
Riset indef terbaru 27 Juli 2026. (Dok. Indef)
JawaPos.com – Penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah dinilai belum mampu menekan tekanan harga pangan secara signifikan. Faktor pasokan disebut menjadi penentu utama pergerakan harga sejumlah komoditas pangan.
Dalam laporan Institut for Development of Economics and Finance (INDEF) bertajuk "Monitoring Issue of Food,Energy and Sustainable Development" yang dirilis 27 Juli 2026 mencatat, inflasi kelompok volatile food pada Juni 2026 masih berada di level 5,58 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Angka tersebut menunjukkan tekanan harga pangan belum sepenuhnya mereda meskipun permintaan dari program MBG berkurang selama masa libur sekolah," tulis laporan tersebut dikutip Senin (27/7).
Sejumlah komoditas yang menjadi bahan baku utama MBG juga masih mencatat kenaikan harga secara tahunan. Beras naik 4,21 persen, daging sapi 6,99 persen, cabai rawit 16,58 persen, dan minyak goreng 9,29 persen.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa persoalan pasokan lebih dominan dibanding penurunan permintaan sementara akibat berhentinya distribusi MBG.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Daging ayam tercatat turun 5,15 persen secara bulanan (month to month/mtm), sedangkan telur ayam turun lebih dalam hingga 6,84 persen.
Riset INDEF juga menunjukkan satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menyerap 2.552 kilogram beras, 1.630 kilogram daging ayam, 1.325 kilogram tempe, 1.105 kilogram telur, dan 160 kilogram kentang setiap bulan.
Besarnya kebutuhan tersebut membuat keberlangsungan program MBG berpotensi memengaruhi permintaan sejumlah komoditas pangan.
Meski demikian, kapasitas produksi nasional dinilai masih cukup kuat. Produksi daging ayam terus meningkat dari 3,20 juta ton pada 2020 menjadi 4,06 juta ton pada 2025, sementara produksi telur ayam naik dari 5,14 juta ton menjadi 6,31 juta ton pada periode yang sama.
Dalam kajian terpisah, INDEF menyoroti perkembangan harga telur ayam di tingkat produsen yang turun dari sekitar Rp27.000 per kilogram pada awal Juni menjadi Rp25.400 per kilogram pada akhir Juni 2026, atau terkoreksi sekitar 5,9 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022