
ILUSTRASI Rudal Iran. (Middle East Eye)
JawaPos.com - Rencana akuisisi Rudal Brahmos dari India mendapat sorotan. Pemerintah diminta membatalkan rencana pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan nilai mencapai Rp 7,3 triliun itu. Mengingat situasi ekonomi yang saat ini tengah tertekan oleh bebas fiskal yang cukup berat.
Menurut pakar pertahanan dan hubungan internasional dari Universitas Jenderal Achmad Yani, Yohanes Sulaiman, modernisasi alutsista TNI memang harus dilakukan untuk menjaga profesionalisme militer. Namun, dia mengingatkan agar pemerintah memperhatikan betul urgensi penggunaan anggaran pertahanan,
”Jika memang akuisisi rudal ini dianggap tidak tepat waktu, maka memang sewajibnya pemerintah mengundurkan atau membatalkan pembeliannya,” kata dia dalam keterangan resmi pada Senin (22/6).
Yohanes menyampaikan bahwa pemerintah harus bisa membedakan prioritas dan rencana yang harus ditunda atau dibatalkan. Apalagi bila dalam prosesnya ada potensi terjadinya pelanggaran aturan. Hal itu dia sampaikan setelah melihat uang yang harus digelontorkan oleh pemerintah untuk mendatangkan Rudal Brahmos.
Indonesia harus merogoh kocek hingga USD 450 juta atau mencapai Rp 7,3 triliun. Itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Filipina yang mengakuisisi sistem serupa pada 2022 lalu dengan nilai USD 375 juta. Menurut dia, perbedaan waktu dan kurs saat ini dengan 4 tahun lalu memang berpengaruh.
Belum lagi variasi konfigurasi teknologi yang juga dapat menjadi faktor penentu harga. Namun demikian, dia menekankan pentingnya akuntabilitas publik yang dapat memicu kecurigaan di tengah krisis fiskal saat ini. Apalagi, efektivitas operasional rudal tersebut masih dipertanyakan.
Bila melihat pembatasan jangkauan di bawah 290 kilometer untuk mematuhi regulasi internasional Missile Technology Control Regime (MTCR), jangkauan itu dianggap tidak memadai dan kurang efektif. Mengingat luas wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang besar.
Selain itu, Yohanes menyebut, saat ini TNI AL sudah memiliki Rudal Exocet MM 40 Block-3 buatan Prancis dengan jangkauan mencapai 200 kilometer. Sehingga tambahan daya jangkau Rudal Brahmos dinilai tidak sebanding dengan biaya besar dalam pengadaannya.
Melihat kondisi domestik yang rentan, dia berharap besar pemerintah menghentikan pengeluaran yang tidak proporsional dan segera membatalkan pengadaan Rudal Brahmos. Sehingga uang negara dapat dihemat untuk kebutuhan yang lebih genting dan mendesak.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
