
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan langkah pengosongan rumah dinas di Lenteng Agung, Jaksel, yang ramai jadi sorotan publik. (TNI AD)
JawaPos.com - Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono belakangan viral di media sosial (medsos). Rekaman video yang menunjukkan dirinya bersitegang dengan marshal dalam ajang marathon di Jogjakarta menjadi pemicu. Atas video tersebut, TNI AD buka suara.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa peristiwa itu hanya kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara ajudan Brigjen Yuniar dengan marshal pada event tersebut. Menurut dia, ajudan jenderal bintang satu itu juga memiliki dan mengenakan BIB atau nomor peserta.
”Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta (BIB). Namun dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” terang dia kepada awak media pada Senin (22/6).
Menurut Donny, Brigjen Yuniar tidak sendiri menghadiri event tersebut. Dia turut serta bersama istri, anak, dan ajudannya. Seluruhnya mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta menggunakan empat tiket umum dan telah terdaftar secara resmi seperti peserta lain.
TNI AD memastikan, setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Brigjen Yanuar telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Semua pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik.
”Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan, sekaligus menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik,” jelasnya.
Donny pun memastikan bahwa hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat melihat peristiwa tersebut secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
