Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 07.26 WIB

Dihadapkan Risiko Tinggi, Teknologi Angkutan Tambang Bawah Tanah Dituntut Terus Berkembang

Road train, produk underground hauling dari PT SSB. (Istimewa) - Image

Road train, produk underground hauling dari PT SSB. (Istimewa)

JawaPos.com - Para pekerja tambang di bawah tanah sudah menyadari bahwa profesinya dihadapkan risiko yang tinggi. Menekan risiko itu, teknologi operasi underground hauling di tambang bawah tanah dituntut harus melakukan inovasi. 

Apalagi material tambang itu diangkut melewati terowongan sempit selebar 5,6 meter. Hal itu mengharuskan mereka menerapkan ketelitian tingkat tinggi dalam setiap pergerakan.

Inovasi itu dilakukan oleh PT Sanggar Sarana Baja (SSB) yang berhasil mengembangkan road train sebagai solusi atas kompleksitas underground hauling. Teknologi dari anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) itu mendapat pasar tersendiri karena mendapat rekanan bisnis, yaitu MSM Mongolia (selaku pemegang lisensi Mercedes di Mongolia).

Dua perusahaan itu berhasil melahirkan terobosan rekayasa yang mendefinisikan ulang standar kendaraan angkut pertambangan.

Direktur PT SSB Johan Budisusetija mengatakan, keunggulan inovasi road train dari PT SSB ii terletak pada kemampuan meningkatkan kapasitas muatan secara signifikan, mereduksi jumlah ritase, serta tetap menjamin faktor keselamatan di medan operasional yang menantang.

Tidak hanya sekadar memproduksi, anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) itu pun menyediakan layanan perbaikan dan perawatan alat berat itu atas kompleksitas underground hauling. "Inovasi ini tidak hanya memiliki nilai kebaruan, tetapi juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan pasar,” jelas Johan Budisusetija.

Untuk diketahui, road train dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan di tambang bawah tanah karena memiliki daya angkut lebih besar di atas dump truck konvensional. Selain peningkatan efisiensi, road train juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi. Hal ini sejalan dengan praktik pertambangan berkelanjutan yang dijalankan perusahaan.

“Di tambang bawah tanah itu berisiko tinggi karena terowongannya sempit, lebarnya hanya sekitar 5,6 meter. Tentu saja ini memerlukan ketelitian karena juga terkait faktor keselamatan,” lanjut Johan.

Berbagai fitur keselamatan juga disematkan agar para pekerja tetap merasa aman. Road train dibekali fitur-fitur steering axle untuk menyesuaikan di terowongan sempit. Kendaraan tambang ini juga dilengkapi sistem berbasis radar dan kamera, serta sistem yang memastikan muatan tetap terkontrol.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore