Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 12.19 WIB

Pernyataan Bupati Rudy Susmanto Dikritik, Warga Bogor Barat Dukung KDM

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi/(Istimewa). - Image

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi/(Istimewa).

JawaPos.com - Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi dan juga Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara kompak menemui massa para pendemo di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (4/5).

Rudy Susmanto mengaku berdiri bersama para pendemo. Dengan lantang, dia meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM untuk membuka kembali pertambangan di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.

Dalam pernyataannya, Rudy Susmanto mengaku siap untuk mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pertambangan.

Pernyataan Rudy Susmanto tersebut mendapat kritikan tajam dari sejumlah warga di wilayah Bogor Barat. Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu kurang dipercaya akan mampu menegakkan aturan dengan baik karena sebelumnya dianggap gagal dalam menegakkan aturan terkait pertambangan di wilayahnya.

Hal itu dibuktikan, selama Rudy Susmanto menjabat sebagai Bupati Bogor, dia dianggap mengabaikan penegakan Perbup Bogor Nomor 56 Tahun 2023 terkait jam operasional tambang. Akibatnya, hal itu memicu kemarahan warga Legok sampai menyerbu sejumlah petugas pada tahun 2025 lalu.

"Mana suara Pak Bupati ketika tambang ilegal beroperasi di Parung Panjang, kenapa Pak Bupati tidak datang dan tertibkan?. Mana suara Pak Bupati disaat truk menabrak anak SMP di Rumpin beberapa waktu lalu," ungkap Rayhan, salah satu warga kepada JawaPos.com.

Renaldi Wiguna, warga lainnya, menilai sikap Bupati Bogor Rudy Susmanto aneh. Dia diangggap tidak netral dan gagal dalam melihat kepentingan warga di wilayah Bogor Barat secara lebih luas.

Meski banyak yang menggantungkan hidup pada pertambangan, tidak kalah banyak warga yang ingin lingkungannya sehat, bebas debu, bebas macet, dan bebas kecelakaan.

"Kebijakan yang pro tambang tanpa mempertimbangkan dampak terhadap keselamatan warga adalah bentuk kelalaian serius. Pemerintah daerah seharusnya melindungi masyarakat, bukan membiarkan risiko yang sudah terbukti menelan korban terus terjadi. Bingung, kok bupatinya jadi aneh begini," ungkapnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore