
Tugu Yogyakarta. (Freepik/muhherjan88)
JawaPos.com - Yogyakarta kembali bersiap menjadi episentrum pergerakan industri makanan dan minuman nasional. Bukan hanya karena reputasinya sebagai kota kuliner dan kota kreatif, tetapi karena pada 8–11 April 2026 mendatang, tiga pameran besar akan digelar secara terpadu di Jogja Expo Center, yakni Jogja Food & Beverage Expo 2026, Jogja Pack & Process Expo 2026, dan Jogja Printing Expo 2026.
Kolaborasi tiga sektor ini menghadirkan satu ekosistem lengkap, mulai dari bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga strategi visual dan branding produk dalam satu rangkaian industri yang saling terhubung.
CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, menegaskan bahwa konsep pameran terpadu ini dirancang bukan sekadar untuk transaksi bisnis jangka pendek, melainkan membangun efek domino ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan pelaku industri untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bertumbuh bersama. Sinergi antara sektor makanan minuman, packaging, dan printing adalah masa depan industri manufaktur Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers di Yogyakarta. Ia menambahkan bahwa Yogyakarta dipilih karena memiliki kombinasi unik antara kekuatan UMKM, komunitas kreatif, serta dukungan sektor pendidikan yang kuat.
Sebanyak lebih dari 110 peserta, termasuk 30 UMKM, akan mengisi tiga hall utama di JEC. Di sektor F&B, pengunjung dapat menemukan teknologi food processing, peralatan dapur profesional, hingga inovasi bahan baku dan functional ingredients. Pada saat yang sama, sektor packaging menghadirkan mesin produksi otomatis, teknologi kemasan ramah lingkungan, sistem keamanan pangan, dan solusi efisiensi logistik. Sementara industri percetakan menampilkan teknologi digital printing resolusi tinggi, label dan packaging printing, UV printing, serta solusi personalisasi yang kini menjadi tuntutan pasar berbasis visual.
Business Development Director Indonesia Packaging Federation, Ariana Susanti, menekankan bahwa kemasan saat ini memegang peranan strategis dalam memenangkan pasar. “Kemasan bukan lagi sekadar pelindung produk.
Ia adalah wajah pertama yang dilihat konsumen dan menjadi bagian dari strategi pemasaran. Dengan kemasan yang tepat, nilai jual produk bisa meningkat signifikan dan membuka akses ke pasar yang lebih luas,” jelasnya. Menurutnya, kekayaan kuliner Indonesia sangat besar, namun perlu didukung standar kemasan dan branding yang kompetitif agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, Ahmad Mughira Nurhani. Ia menilai industri percetakan memang menghadapi tantangan di era digital, tetapi justru memiliki peluang besar dalam sektor kemasan dan branding produk.
“Kebutuhan cetak konvensional mungkin menurun, tetapi kebutuhan packaging berkualitas terus meningkat. Tantangannya adalah bagaimana industri grafika mampu memenuhi standar regulasi, termasuk penggunaan bahan food grade untuk kemasan makanan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap standar keamanan pangan akan menjadi pembeda utama dalam persaingan industri ke depan.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, mengapresiasi penyelenggaraan pameran terpadu ini karena mempertemukan sektor yang saling melengkapi. “Yogyakarta memiliki ekosistem yang unik karena didukung pendidikan, budaya, dan pariwisata. Ide-ide kreatif di Jogja sangat cepat berkembang karena didukung komunitas dan pasar yang terbuka terhadap hal baru,” katanya. Ia juga menyoroti potensi besar generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha yang cenderung menyukai produk inovatif, mulai dari minuman herbal, kopi rempah, hingga camilan berbasis bahan lokal. Namun ia mengingatkan pentingnya konsistensi mutu, legalitas, sertifikasi halal, dan manajemen usaha yang profesional bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
