Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Agustus 2026 | 20.04 WIB

Hadirkan Inovasi Industri, Indo Leather & Footwear dan Indo Garment & Textile Expo 2026 Dibuka

Menperin Agus Gumiwang saat membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 yang penyelenggarakan Krista Exhibitions di JIExpo Kemayoran, Jakarta/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

 

JawaPos.com - Krista Exhibitions Group secara resmi membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-19 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. 
 
Pameran internasional yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2026 ini secara resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai wujud dukungan terhadap penguatan industri manufaktur nasional.
 
Dalam sambutannya, Menperin Agus Gumiwang menyampaikan kontribusi manufaktur terhadap GDP nasional yang saat ini berada di angka 19 persen. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah bukan sekadar mengejar persentase, melainkan memperbesar skala ekonomi secara keseluruhan.
 
“Kue ekonomi nggak akan bisa lebih dari 100%. Yang terpenting itu adalah bagaimana kue ini semakin besar. Angka 19 persen tahun ini mungkin 100 dolar, tapi angka 19 persen lima tahun lagi bisa saja 200 dolar karena kuenya besar,” tuturnya.
 
Di samping itu, Agus juga melihat potensi pasar persepatuan Indonesia sangat besar. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai rata-rata pengeluaran (expenditure) masyarakat untuk sepatu, di desa, rata-rata pengeluaran mencapai Rp30.000 per bulan, sementara di kota mencapai Rp45.000 per bulan. 
 
 
Dengan asumsi rata-rata Rp35.000 per bulan dan populasi 290 juta jiwa, potensi pasar domestik sangatlah besar. “Maka potensi, saya sampaikan potensi, pasar persepatuan Indonesia adalah sekitar 290 triliun. 290 triliun. Itu yang inward looking, kita belum bicara soal yang outward looking,” jelasnya.
 
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memaksimalkan potensi tersebut agar diisi oleh industri dalam negeri. Menurutnya, memilih produk lokal adalah wujud nyata dari kecintaan terhadap negara. "Ini bentuk patriotisme," ungkapnya.
 
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim mengatakan, pameran Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen untuk menampilkan inovasi terkini, memperluas jejaring bisnis, serta memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global.
 
Diikuti oleh 210 peserta, termasuk 50 UMKM lokal, serta perusahaan dan pelaku industri dari 14 negara, yaitu Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan. 
 
"Partisipasi internasional yang semakin luas menunjukkan besarnya kepercayaan dunia terhadap potensi industri manufaktur Indonesia sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen di kawasan Asia," ungkapnya.
 
Beragam inovasi ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari produk kulit dan alas kaki, tekstil, garmen, bahan baku, aksesori, hingga mesin produksi, teknologi otomasi, dan solusi manufaktur terkini. Seluruhnya dirancang untuk mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, serta penerapan praktik industri yang lebih berkelanjutan.
 
Selain menjadi etalase inovasi, Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) juga menghadirkan berbagai program yang memperkaya wawasan industri. Transformasi digital, modernisasi proses produksi, penggunaan material ramah lingkungan, serta strategi penguatan rantai pasok menjadi sejumlah isu utama yang dibahas guna mendorong terciptanya industri yang lebih adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada nilai tambah.
 
Sebagai bagian dari rangkaian acara Seminar Nasional AGTI (Asosiasi Garment dan Textile Indonesia) mengangkat tema "Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional." Seminar ini mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha untuk membahas penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui inovasi, peningkatan daya saing, serta pengembangan rantai pasok yang lebih kuat.
 
Sementara itu, ILF-IGT Manufacturing Forum 2026 mengusung tema "Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global." Forum yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group bersama APRISINDO ini didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. 
 
Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan UMKM dan IKM, hingga pemanfaatan peluang perdagangan melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai langkah memperluas akses pasar ekspor Indonesia.
 
Suasana pameran semakin semarak melalui The Fashion Show yang menampilkan karya dan inovasi terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional, serta Networking Cocktail Dinner yang menjadi bagian dari program Business Matching. Kegiatan ini mempertemukan peserta pameran dengan buyer, investor, asosiasi, dan mitra industri guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
 
Networking Cocktail Dinner menghadirkan anggota berbagai asosiasi terkemuka, di antaranya APRISINDO (Asosiasi Persepatuan Indonesia), APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), APPMI (Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia), APKI (Asosiasi Pertekstilan Indonesia), dan APGAI (Asosiasi Pemasok Garment dan Aksesoris Indonesia), dengan dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 
 
Selain itu, acara ini juga menghadirkan buyer potensial dari dalam maupun luar negeri yang akan bertemu langsung dengan produsen lokal untuk menjajaki peluang kemitraan dan transaksi bisnis.
 
Melalui penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026, Krista Exhibitions Group berharap pameran ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen Indonesia. Sinergi antara pemerintah, pelaku. usaha, asosiasi, investor, dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
 
Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 turut mengundang para pelaku industri, produsen, distributor, importir, eksportir, asosiasi, akademisi, investor, hingga profesional di sektor kulit, alas kaki, garmen, dan Tekstil. 
 
Pengunjung dapat melakukan registrasi secara online melalui https://register.kristaonline.com/visitor/indoleatherfootwear atau mendaftar langsung di lokasi pameran. Temukan inovasi, teknologi, dan peluang bisnis terbaru dalam industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen di Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) 2026. Bersama, mari memperkuat industri manufaktur Indonesia menuju pasar global.
 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore