
Ilustrasi : Kemacetan jalan Jakarta pada saat mudik lebaran
JawaPos.com – Wacana penerapan kebijakan work from home satu hari dalam sepekan bagi ASN dan sektor swasta untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dinilai belum tentu efektif memangkas beban subsidi energi. Sejumlah faktor dinilai bisa menghambat realisasi penghematan tersebut.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menyebutkan bahwa lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik global menjadi tekanan besar bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak.
Ia mencontohkan, harga minyak Brent pada Jumat, 20 Maret 2026 telah menembus USD 112,19 per barel, dipicu konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Situasi ini juga berdampak pada penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global.
“Sebagai negara net importir, meroketnya harga minyak dunia pasti berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia,” ujar Fahmy kepada JawaPos.com, Minggu (22/3).
Menurutnya, dampak tersebut tidak hanya membengkakkan subsidi BBM dalam APBN, tetapi juga memicu imported inflation yang diperkirakan berada di kisaran 3,07–4,8 persen secara tahunan pada Maret 2026. Selain itu, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.000 per dolar AS.
Benarkah WFH Bisa Bikin Hemat BBM 20 Persen?
Pemerintah berencana menerapkan kebijakan WFH-1 bagi ASN dan pekerja swasta usai Lebaran sebagai bagian dari strategi efisiensi energi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan memperkirakan kebijakan ini berpotensi menekan konsumsi BBM hingga 20 persen.
Namun, Fahmy menilai implementasi kebijakan tersebut tidak akan mudah. Pasalnya, keberhasilan WFH sangat bergantung pada kedisiplinan dan perubahan perilaku masyarakat.
“Bisa saja pekerja tidak benar-benar di rumah, tetapi justru melakukan work from everywhere, misalnya ke tempat wisata untuk menikmati long weekend. Dalam kondisi ini, konsumsi BBM justru tidak turun signifikan,” jelasnya.
Ia membandingkan dengan masa pandemi COVID-19, ketika WFH efektif karena adanya faktor paksaan untuk menghindari penularan. Sementara pada kondisi saat ini, faktor tersebut tidak lagi ada.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
