
Penumpang kereta api saat libur imlek 2026. (Istimewa).
JawaPos.com - Kebijakan pemerintah menetapkan libur nasional Imlek pada 16-17 Februari 2026 menjadi berkah bagi ekonomi Indonesia.
Tak hanya bagi warga Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, momen ini juga dimanfaatkan masyarakat luas untuk berwisata, kulineran, hingga ziarah menjelang Ramadhan 1447 H.
Hasilnya, Potensi perputaran uang selama periode libur ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp 9 triliun!
Sektor transportasi menjadi salah satu lini bisnis yang paling semringah. Tiket pesawat ke kota-kota besar seperti Medan, Semarang, Surabaya, Pontianak, hingga Bali ludes diserbu penumpang.
Di Bandara Soekarno-Hatta saja, jumlah penumpang diprediksi mencapai 1.744.820 orang. Sementara itu, moda transportasi kereta api juga hampir menembus angka 1 juta penumpang.
Menariknya, kereta cepat Whoosh mencatatkan kenaikan 25% dengan total 25 ribu penumpang selama libur Imlek.
Tak hanya transportasi umum, jalur darat juga dipadati 1,6 juta kendaraan pribadi. Jika satu mobil rata-rata membawa 4 orang, maka ada sekitar 6,4 juta pergerakan manusia yang memadati jalanan.
Peningkatan mobilitas ini otomatis mendongkrak omzet pelaku usaha di sektor pariwisata. Mulai dari destinasi wisata, mall, ritel, hingga pusat kuliner dan kafe mengalami kenaikan permintaan yang signifikan.
Barang-barang khas Imlek pun laris manis. Penjualan buah-buahan seperti jeruk mandarin, apel, hingga kue keranjang diperkirakan naik hingga 30%.
Lantas, dari mana angka Rp9 triliun itu berasal? Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menjelaskan, populasi warga keturunan Tionghoa di Indonesia mencapai 11,25 juta orang atau sekitar 2,8 juta keluarga.
Dengan tradisi makan malam bersama dan berbagi angpao, potensi uang yang berputar dari konsumsi rumah tangga saja sangat besar.
"Jika setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp 1 juta, maka potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp.2.812.500.000.000," ujar Sarman, Selasa (17/2).
Selain itu, kontribusi dari sektor tiket transportasi dan ritel juga tak kalah besar. Tiket pesawat menyumbang Rp 1,7 triliun, kereta api Rp 150 miliar, dan sektor ritel diprediksi menyumbang Rp 2,6 triliun.
"Dengan demikian potensi perpurasna uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan lebih kurang Rp 9.067.480.000.000. Jumlah ini belum termasuk biaya tol yang dikeluarkan, belanja BMM kendaraan pribadi, yang bepergian naik kapal laut dan penyeberangan," tambahnya.
Pergerakan uang yang masif ini diharapkan menjadi motor penggerak konsumsi rumah tangga, yang merupakan kontributor utama ekonomi nasional.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
