
Pegawai berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan pekan ini, terhitung Senin-Jumat, 9–13 Februari 2026. Sikap wait and see investor masih mendominasi.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menyampaikan hal itu dipicu seiring tingginya faktor kehati-hatian dari sentimen global dan domestik. Mulai dari dinamika geopolitik, arah kebijakan moneter global, hingga dampak lanjutan penurunan outlook kredit Indonesia oleh Moody’s.
Ia memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 7.716 dan resistance di 8.207. Tekanan pasar tersebut tercermin dari kinerja IHSG pada pekan lalu.
"Moody’s menyoroti risiko fiskal dari perluasan belanja sosial, basis penerimaan negara yang lemah, serta ketidakjelasan tata kelola dan mandat sovereign wealth fund Danantara yang mengelola aset BUMN besar," kata Imam Gunadi dalam risetnya, Senin (9/2).
"Sementara eskalasi risiko politik dan volatilitas pasar keuangan berpotensi menekan stabilitas makro jika tidak diimbangi dengan konsistensi kebijakan yang lebih kuat," tambahnya.
Selain itu, perhatian investor tertuju pada rilis data penjualan ritel Desember 2025 serta data penjualan mobil Januari 2026 untuk mengukur ketahanan konsumsi masyarakat di awal tahun.
Selama sepekan terakhir, IHSG terkoreksi cukup dalam sebesar 4,73 persen ke level 7.935, disertai arus dana asing keluar (outflow) di pasar reguler mencapai Rp 1,2 triliun. Pelemahan ini salah satunya dipicu sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memberikan ancaman Indonesia berpotensi turun ke kategori frontier market apabila tidak mampu memenuhi permintaan terkait transparansi pemegang saham.
Dari sisi global, perhatian investor tertuju pada perkembangan geopolitik Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran yang dimediasi Oman di Muscat berjalan sangat baik dan membuka peluang pertemuan lanjutan pada awal pekan ini.
Iran juga menyatakan perundingan awal berlangsung positif guna meredam ketegangan dan menghindari konflik militer. Meski demikian, risiko geopolitik dinilai masih tinggi seiring sanksi baru AS terhadap ekspor minyak Iran serta meningkatnya tensi di kawasan Teluk Persia.
“IPOT melihat peluang eskalasi konflik terbatas di wilayah maritim masih terbuka meskipun jalur diplomasi terus berjalan,” jelasnya.
Sentimen global lain yang turut memengaruhi pasar adalah meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan India. Penghapusan tarif tambahan dan penurunan tarif resiprokal dinilai memberi dampak positif bagi perekonomian kawasan, termasuk Indonesia, mengingat India merupakan salah satu mitra dagang utama.
Sementara itu dari dalam negeri, tekanan datang dari keputusan Moody’s Investors Service yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif meski mempertahankan rating di level Baa2.
Di sisi lain, sentimen positif datang dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang tercatat solid sebesar 5,11 persen, ditopang oleh permintaan domestik yang kuat, ekspansi sektor jasa, serta lonjakan belanja modal pemerintah.
"Data ini menjadi penopang utama agar koreksi pasar tetap terbatas. Memasuki pekan ini, investor juga akan mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat dan China," tutur Imam.
"Serta data penjualan ritel dan penjualan mobil domestik. Data-data tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek di tengah tingginya volatilitas pasar global," tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022