
Ilustrasi transaksi kejahatan keuangan. (Istimewa)
JawaPos.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat lonjakan signifikan laporan transaksi terkait dengan kejahatan keuangan sepanjang 2025. Total laporan yang diterima mencapai 43 juta laporan, dengan perputaran dana yang dianalisis menembus Rp2.085 triliun.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan, jumlah laporan tersebut meningkat 22,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 35,6 juta laporan. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kepatuhan pelapor sekaligus semakin kuatnya pengawasan sistem keuangan nasional.
“PPATK saat ini menerima rata-rata 21.861 laporan per jam pada hari kerja. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang masih di kisaran 17.825 laporan per jam,” ujar Ivan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2).
Tak hanya dari sisi kuantitas laporan, kontribusi PPATK dalam penegakan hukum juga semakin terasa. Sepanjang 2025, PPATK telah menyampaikan 994 hasil analisis, 17 hasil pemeriksaan, serta 529 informasi intelijen keuangan kepada aparat penyidik dan kementerian/lembaga terkait.
Seluruh analisis tersebut mencakup total perputaran dana Rp2.085 triliun, melonjak sekitar 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.459,6 triliun.
Ivan menegaskan, hasil analisis (HA), hasil pemeriksaan (HP), serta informasi PPATK tidak hanya berperan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan.
“Dampaknya tidak hanya pada penegakan hukum, tetapi juga mendukung optimalisasi penerimaan negara,” jelasnya.
Di tingkat global, kinerja PPATK bersama kementerian dan lembaga terkait juga memperkuat posisi Indonesia dalam rezim Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU-PPT-PPSPM).
Ivan menyebutkan, kepatuhan Indonesia terhadap rekomendasi Financial Action Task Force (FATF) terus meningkat. Salah satu capaian penting adalah pada rekomendasi FATF nomor tujuh terkait Targeted Financial Sanctions Related to Proliferation.
“Awalnya status Indonesia masih partially comply, kini meningkat menjadi largely comply. Artinya, dari waktu ke waktu semakin bagus dan semakin kuat,” tandas Ivan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
