
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)
JawaPos.com–Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa wacana pembekuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) masih diberi waktu satu tahun. Dia memastikan masih memberikan ruang bagi para pegawai untuk memperbaiki kinerja sebelum opsi pembekuan diterapkan.
Menkeu Purbaya juga menyampaikan bahwa opsi pembekuan akan diambil apabila upaya perbaikan tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
“Kalau memang nggak bisa perform ya kita dibekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16 ribu pekerja kita rumahkan," kata Purbaya kepada awak media, Senin (1/12).
Purbaya menjelaskan, telah meminta waktu tambahan kepada presiden untuk melakukan pembenahan internal DJBC. Institusi tersebut beserta para pegawainya masih memiliki potensi untuk ditata ulang.
Itu sebabnya, dia memastikan masih akan mempertahankan para pegawai yang mau berubah. Sedangkan yang tidak, siap-siap akan dirumahkan.
"Nanti kan terpilih. Dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung, yang mana yang nggak. Nanti yang nggak bisa gabung, yang nggak bisa mengubah diri, ya saya akan langsung selesaikan dengan cepat," jelas Purbaya.
Purbaya juga menilai bahwa langkah pembekuan secara tiba-tiba bukan pilihan ideal. Dia menekankan pentingnya untuk memberi kesempatan bagi pegawai untuk melakukan introspeksi dan perbaikan.
“Tapi sebaiknya kita perbaiki diri dulu sendiri. Daripada kita langsung tutup tanpa warning, kan jelek. Gak ada dikasih kesempatan untuk perbaiki diri," tutur Purbaya.
Sebelumnya, wacana pembekuan sempat dilontarkan Purbaya dalam kesempatan berbeda. Saat itu, dia memastikan komitmennya untuk memperbaiki Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam waktu satu tahun ke depan.
Hal ini seiring dengan citra lembaga tersebut yang buruk di mata publik hingga pimpinan tertinggi. Komitmen ini disampaikan Purbaya karena keberadaan Bea Cukai kini sangat terancam karena berpotensi dibekukan seperti halnya pernah terjadi pada masa Orde Baru.
Pada saat itu, Bea Cukai digantikan Societe Generale de Surveilance (SGS) yang merupakan perusahaan swasta asal Swiss.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
