
Ilustrasi penyaluran BLT kepada masyarakat. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) menjelang akhir Oktober 2025. Kali ini, tiga jenis bantuan terpantau sudah cair, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) sebesar Rp 900 ribu.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan mulai menerima dana di rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sementara sebagian lainnya mendapat bantuan dalam bentuk barang.
Bantuan ini menjadi bagian dari program penebalan bansos yang diberikan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Berdasarkan pantauan lapangan per 30 Oktober 2025, dikutip dari Diary Bansos, (30/10), penyaluran dilakukan secara bertahap, baik melalui transfer ke rekening bank Himbara maupun distribusi langsung oleh pihak Bulog.
Penebalan BPNT Rp 400 Ribu Masuk ke Kartu KKS
Bantuan pertama yang cair adalah penebalan BPNT sebesar Rp 400 ribu yang masuk ke rekening KKS. Dana ini merupakan bagian dari periode Juni–Juli 2025 dan diberikan kepada KPM yang baru saja beralih dari mekanisme pencairan melalui PT Pos ke sistem kartu KKS. Sejumlah penerima di bawah Bank Mandiri dilaporkan sudah menerima saldo tambahan tersebut.
Perlu dicatat, bantuan penebalan BPNT ini hanya dicairkan satu kali dalam tahun 2025. Meski sebelumnya sempat muncul kabar tentang penyaluran tambahan pada periode November–Desember, pemerintah memastikan jadwal tersebut dibatalkan dan digantikan dengan program BLTS Kesra senilai Rp 900 ribu.
Bantuan Pangan: Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Selain dalam bentuk uang, dua jenis bantuan tambahan juga disalurkan berupa bahan pangan pokok. Beberapa KPM di Banda Aceh dan Sumatera Barat melaporkan telah menerima undangan pengambilan bantuan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Distribusi dilakukan secara bertahap oleh Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah dan ditargetkan selesai paling lambat akhir Desember 2025.
Program bantuan pangan ini ditujukan bagi sekitar 18,3 juta KPM penerima BPNT di seluruh Indonesia. Namun, tidak semua wilayah menerima penyaluran bersamaan karena jadwal distribusinya disesuaikan dengan kesiapan logistik di daerah masing-masing.
Status Terbaru PKH Tahap IV dan BLTS Kesra
Sementara itu, untuk PKH tahap keempat dan BLTS Kesra Rp 900 ribu, proses verifikasi masih berlangsung. Hingga akhir Oktober, data penerima masih dalam tahap pemeriksaan rekening oleh Kementerian Sosial dan pihak bank penyalur. Bagi KPM yang lolos verifikasi, dana akan segera ditransfer ke rekening KKS masing-masing.
Pendamping sosial PKH di berbagai daerah juga mengingatkan masyarakat agar rutin memantau saldo bansos melalui aplikasi perbankan digital seperti Livin’ by Mandiri, BRImo, atau BNI Mobile. Langkah ini lebih praktis dibandingkan harus bolak-balik ke ATM atau agen bank hanya untuk mengecek saldo.
Masyarakat yang belum menerima bantuan diharapkan bersabar karena pencairan dilakukan secara bertahap. Pemerintah memastikan seluruh penerima yang memenuhi syarat akan mendapatkan haknya sebelum akhir tahun 2025.
Kesimpulan

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
