Erick Thohir dorong Jawa Pos jadi bagian transformasi sepak bola nasional bersama PSSI. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi VI DPR RI secara resmi menyetujui usulan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 4,773 triliun kepada 3 perusahaan pelat merah.
"Jadi, kita diminta untuk menetapkan atau menyetujui dari PMN yang sudah dipaparkan tahun 2024. Bisa kita setuju?," tanya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid dalam Rapat Kerja dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/9).
"Setuju," jawab hampir seluruh anggota yang hadir pada RDP tanda menyepakati usulan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan sebetulnya PMN untuk tiga perusahaan pelat merah sudah disetujui akan diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Namun, seiring dengan peralihan kewenangan pembiayaan yang telah dialihkan ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara, maka Kementerian BUMN kembali meminta persetujuan kepada Komisi VI DPR RI.
"Jadi, hari ini sebenarnya hanya tentu penetapan saja proses agar ini bisa diproses oleh mereka (BPI Danantara)," jelas Erick Thohir.
Dalam pertemuan ini, Erick Thohir menyebutkan bahwa PMN yang diusulkan akan diberikan kepada Pelni senilai Rp 2,5 triliun; KAI senilai Rp 1,8 triliun, dan Inka senilai Rp 473,6 miliar.
Lebih rinci, Erick menyebutkan PMN yang akan dikucurkan kepada PT KAI (Persero) akan digunakan untuk melakukan pengadaan sarana KRL lintas Jabodetabek. Lalu, untuk INKA digunakan sebagai pembangunan fasilitas pabrik, antara lain untuk produksi KRL Jabodetabek.
"Dan mungkin pada kesempatan ke depan kita juga bisa mengundungi INKA di bulan Desember karena memang sudah mulai ada mix antara robotik dan pegawai itu sendiri. Alhamdulillah kualitasnya cukup meningkat," beber Erick.
Lalu, kata dia, untuk Pelni sendiri PMN yang diberikan bakal digunakan untuk pengadaan 3 unit kapal penumpang. Dengan begitu, Pelni akan melakukan perbaikan pelayanan dan menekan isu-isu tingkat kecelakaan hingga menambah ketersediaan kapal penumpang.
"Karena ini bagian dari pelayanan publik yang maksimal dan memang tidak lain, kita merupakan negara kepulauan. Kita wajib melakukan perbaikan untuk kesediaan daripada kapal penumpang yang kita berikan kepada masyarakat," pungkasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
