Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 15.18 WIB

Transformasi Industri Pemasaran dan Periklanan, Feel Good Network Hadir dengan Pendekatan Kolaboratif

Ilustrasi digital disruption. (Media and Digital Transformation). - Image

Ilustrasi digital disruption. (Media and Digital Transformation).

JawaPos.com-Industri pemasaran dan periklanan di Indonesia tengah berada pada fase transisi besar. Perlambatan ekonomi membuat perusahaan semakin berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran.

Sementara perilaku konsumen dan pola konsumsi media semakin terfragmentasi. Tren yang bergerak cepat juga memaksa brand beradaptasi secara lincah agar tetap relevan.

Kondisi ini kerap membuat banyak merek terjebak dalam kampanye yang terpisah-pisah, tanpa integrasi menyeluruh. Tantangan inilah yang mendorong lahirnya Feel Good Network, jaringan kreatif baru yang didirikan Wisnu Satya Putra bersama praktisi industri Wira Gumay.

Diklaim berbeda dari model agensi tradisional, Feel Good Network mengusung pendekatan kolaboratif dengan menempatkan klien sebagai pusat strategi. Alih-alih hanya fokus pada kampanye jangka pendek, mereka menawarkan layanan yang mencakup pembangunan aset intelektual jangka panjang (IP building), integrasi modular ke berbagai kanal komunikasi (ATL, BTL, TTL, hingga digital), serta pola kemitraan yang erat dengan klien.

“Klien saat ini tidak hanya membutuhkan agency, tapi mitra bisnis yang memahami realita pasar dan bisa bergerak secepat dinamika industri,” kata Wisnu Satya Putra, CEO Feel Good Network di Jakarta.

“Kami hadir untuk bekerja berdampingan, bukan dari kejauhan," lanjut Wisnu.

Didukung pendanaan ekuitas swasta serta jajaran eksekutif berpengalaman dari berbagai agensi multinasional, jaringan ini menggabungkan standar global dengan pemahaman lokal. 

Menurut COO Feel Good Network Wira Gumay, ukuran keberhasilan tidak lagi hanya sebatas KPI kampanye. “Yang terpenting adalah bagaimana kolaborasi berjalan menyenangkan. Dari proses yang sehat, dampak bisnis akan mengikuti,” ungkap dia.

Model hybrid yang diusung menjadi bagian dari tren baru industri periklanan global: mengedepankan kemitraan jangka panjang, integrasi lintas platform, dan adaptasi budaya lokal. 

Dengan pendekatan ini, mereka berharap bisa menjawab tantangan besar yang kini dihadapi brand di Indonesia, mulai dari efisiensi biaya, konsistensi pesan, hingga menjaga daya tarik di tengah perubahan tren yang cepat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore