
Ilustrasi emas batangan. (Freepik)
JawaPos.com - Emas sering dianggap sebagai pilihan investasi yang aman, terutama untuk jangka panjang. Hal ini karena logam mulia tersebut relatif stabil dibandingkan instrumen investasi lainnya.
Ketika terjadi gejolak ekonomi atau konflik politik, harga emas umumnya naik karena berfungsi sebagai pelindung aset dari ketidakpastian. Bahkan, saat inflasi atau pelemahan nilai mata uang, emas tetap menjaga nilainya sehingga bisa menjadi penopang finansial sekaligus warisan berharga bagi generasi berikutnya.
Meski begitu, investasi emas tidak memberikan penghasilan tambahan layaknya saham yang membayar dividen atau properti yang menghasilkan uang sewa.
Menurut rekomendasi para profesional keuangan bersertifikat (Certified Financial Planner/CFP), porsi ideal investasi emas adalah sekitar dua hingga lima persen dari total portofolio. Persentase tersebut tetap bergantung pada faktor usia, jangka waktu, tujuan keuangan, toleransi risiko, serta kondisi pasar.
Adapun, Forbes dan Maybank menyebutkan tiga cara aman berinvestasi emas, yaitu melalui emas fisik maupun emas digital.
1. Investasi Emas Batangan
Emas batangan kerap dianggap sebagai pilihan investasi emas fisik yang paling aman sekaligus efisien, karena biaya produksinya relatif rendah dibandingkan dengan emas perhiasan.
Tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 1 gram hingga 1 kilogram, emas batangan biasanya dipasarkan dengan harga lebih terjangkau.
Agar investasi lebih aman, emas batangan sebaiknya mencantumkan informasi penting, seperti tingkat kemurnian dan berat. Umumnya, standar kemurnian emas batangan adalah minimal 99,5 persen emas murni.
Proses pembelian bisa dilakukan langsung di toko emas lokal maupun secara online melalui penjual logam mulia resmi dan terpercaya.
Meski emas batangan berukuran besar lebih hemat dari segi harga, emas berukuran kecil sering dipilih karena lebih mudah dijual kembali, sehingga memiliki likuiditas dan fleksibilitas tinggi.
Namun, investasi emas batangan juga membutuhkan tempat penyimpanan yang aman. Bagi yang memiliki brankas pribadi, emas bisa disimpan di rumah. Jika tidak, ada opsi lain berupa layanan penyimpanan pihak ketiga, seperti Pegadaian atau ANTAM.
Selain itu, beberapa bank besar seperti BCA, Mandiri, dan BNI juga menyediakan layanan Safe Deposit Box yang bisa disewa untuk menyimpan emas maupun barang berharga lainnya.
Meski demikian, setiap pilihan penyimpanan memiliki biaya dan risiko keamanan masing-masing. Faktor ini perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi keuntungan investasi secara keseluruhan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
