Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 16.04 WIB

3 Tips Investasi Emas yang Aman dan Untung: Pilih Emas Batangan, Perhiasan, atau Digital

Ilustrasi emas batangan. (Freepik) - Image

Ilustrasi emas batangan. (Freepik)

JawaPos.com - Emas sering dianggap sebagai pilihan investasi yang aman, terutama untuk jangka panjang. Hal ini karena logam mulia tersebut relatif stabil dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Ketika terjadi gejolak ekonomi atau konflik politik, harga emas umumnya naik karena berfungsi sebagai pelindung aset dari ketidakpastian. Bahkan, saat inflasi atau pelemahan nilai mata uang, emas tetap menjaga nilainya sehingga bisa menjadi penopang finansial sekaligus warisan berharga bagi generasi berikutnya.

Meski begitu, investasi emas tidak memberikan penghasilan tambahan layaknya saham yang membayar dividen atau properti yang menghasilkan uang sewa.

Menurut rekomendasi para profesional keuangan bersertifikat (Certified Financial Planner/CFP), porsi ideal investasi emas adalah sekitar dua hingga lima persen dari total portofolio. Persentase tersebut tetap bergantung pada faktor usia, jangka waktu, tujuan keuangan, toleransi risiko, serta kondisi pasar.

Adapun, Forbes dan Maybank menyebutkan tiga cara aman berinvestasi emas, yaitu melalui emas fisik maupun emas digital.

1. Investasi Emas Batangan

Emas batangan kerap dianggap sebagai pilihan investasi emas fisik yang paling aman sekaligus efisien, karena biaya produksinya relatif rendah dibandingkan dengan emas perhiasan.

Tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 1 gram hingga 1 kilogram, emas batangan biasanya dipasarkan dengan harga lebih terjangkau.

Agar investasi lebih aman, emas batangan sebaiknya mencantumkan informasi penting, seperti tingkat kemurnian dan berat. Umumnya, standar kemurnian emas batangan adalah minimal 99,5 persen emas murni.

Proses pembelian bisa dilakukan langsung di toko emas lokal maupun secara online melalui penjual logam mulia resmi dan terpercaya.

Meski emas batangan berukuran besar lebih hemat dari segi harga, emas berukuran kecil sering dipilih karena lebih mudah dijual kembali, sehingga memiliki likuiditas dan fleksibilitas tinggi.

Namun, investasi emas batangan juga membutuhkan tempat penyimpanan yang aman. Bagi yang memiliki brankas pribadi, emas bisa disimpan di rumah. Jika tidak, ada opsi lain berupa layanan penyimpanan pihak ketiga, seperti Pegadaian atau ANTAM.

Selain itu, beberapa bank besar seperti BCA, Mandiri, dan BNI juga menyediakan layanan Safe Deposit Box yang bisa disewa untuk menyimpan emas maupun barang berharga lainnya.

Meski demikian, setiap pilihan penyimpanan memiliki biaya dan risiko keamanan masing-masing. Faktor ini perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi keuntungan investasi secara keseluruhan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore