
Deputi bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh. Edy Mahmud di kantornya, Selasa (5/8). (YouTube BPS)
JawaPos.com - Kinerja perekonomian Indonesia di triwulan II 2025 masih ditopang oleh konsumsi masyarakat. Secara kuartalan, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 4,04 persen. Sementara secara year-on-year (YoY), meningkat 5,12 persen.
"Sedangkan sepanjang semester I 2025, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99 persen," kata Deputi bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh. Edy Mahmud di kantornya, Selasa (5/8).
Dari sisi lapangan usaha, yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB, yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Total kelima lapangan usaha tersebut mencapai sekitar 63,59 persen. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya yang tumbuh 11,31 persen.
"Didorong dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung tempat rekreasi. Seiring dengan adanya hari besar keagamaan nasional, cuti bersama, dan libur sekolah. Serta peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara," terang Edy.
Sektor usaha jasa perusahaan serta transportasi dan pengudangan juga tumbuh tinggi pada triwulan II 2025. Masing-masing sebesar 9,31 persen dan 8,52 persen YoY.
BPS mencatat industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar sebanyak 1,13 persen. Pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,70 persen.
Kemudian industri informasi dan komunikasi dengan sumber pertumbuhan 0,53 persen serta konstruksi dengan sumber pertumbuhan 0,47 persen. Lebih rinci terkait industri pengolahan, ditopang oleh industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,15 persen.
Didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri. Seperti produk crude palm oil (CPO), minyak goreng, minuman, dan makanan lainnya.
Kemudian, industri logam dasar naik 14,91 persen. Ditopang oleh peningkatan permintaan luar negeri seperti produk besi dan baja. Sedangkan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 9,39 persen.
Dari komponen pengeluaran, Edy menjelaskan, yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga. Dengan kontribusi mencapai 54,25 persen.
"Pada triwulan II 2025, komponen ini tumbuh cukup kuat, yakni sebesar 4,97 persen. Hal ini mengindikasikan masih kuatnya permintaan domestik," ungkapnya.
Jika menilik dari sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar. Yaitu sebesar 2,64 persen dari 5,12 persen pada pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2025.
Selain itu, juga ditopang pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dengan sumber pertumbuhan 2,06 persen dan net ekspor 0,22 persen. Edy mengatakan, konsumsi rumah tangga terus tumbuh.
Seiring meningkatnya belanja kebutuhan primer dan mobilitas rumah tangga. Kebutuhan bahan makanan dan makanan jadi meningkat karena aktivitas pariwisata selama periode libur HKBN dan juga hari libur sekolah.
"Mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong peningkatan konsumsi untuk transportasi dan restoran," ujarnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
