Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 03.20 WIB

Menkeu Purbaya Sebut World Bank Minta Maaf usai Pangkas Proyeksi RI ke 4,7 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P2SP di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P2SP di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Bank Dunia atau World Bank sempat meminta maaf usai menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen.

Purbaya menyebut, permintaan maaf itu disampaikan langsung saat dirinya bertemu dengan pihak World Bank di Washington DC, pekan lalu. Menurutnya, proyeksi tersebut dipublikasikan Bank Dunia sebelum didiskusikan lebih lanjut dengan sejumlah pihak.

“Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7 persen, itu World Bank kan ya. Begitu ketemu sana dia minta maaf. Dia minta maaf nerbitin forecastnya, karena di-publish sebelum diskusi dengan bos di sana,” ujar Purbaya dalam acara Pelantikan Pejabat Tinggi Kemenkeu di Kantornya, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, sejumlah negara seperti Tiongkok bahkan merespons keras proyeksi tersebut. Namun, Indonesia memilih bersikap lebih tenang.

Purbaya mengaku akan membuktikan kepada World Bank bahwa pemangkasan proyeksi ekonomi itu salah. “China marah, kita nggak marah. Cuma saya bilang, forecast-nya terlalu rendah. Jadi gimana, kita revisi nggak? Nggak usah, saya akan membuktikan bahwa kamu salah,” tegasnya.

Purbaya optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh lebih tinggi dari proyeksi tersebut. Keyakinan itu didasari oleh berbagai reformasi yang telah dilakukan pemerintah, khususnya di sektor fiskal.

Menurutnya, reformasi di bidang perpajakan, kepabeanan, serta pengelolaan anggaran telah dilakukan jauh sebelum tekanan global meningkat, termasuk sebelum konflik geopolitik dunia terjadi.

“Kenapa saya berani ngomong begitu? Karena kita sudah melakukan reformasi terus-menerus di Kementerian Keuangan dan di tempat lain juga,” jelasnya.

Ia menegaskan, langkah-langkah perbaikan tersebut membuat fondasi ekonomi nasional, terutama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menjadi lebih kuat dan tahan terhadap gejolak global.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore