Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 15.31 WIB

Ringankan Beban Petani, Pabrik Karet Remah Pertama di Aceh Resmi Beroperasi

CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo saat meresmikan pabrik pengolahan karet remah pertama di Provinsi Aceh. (Istimewa) - Image

CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo saat meresmikan pabrik pengolahan karet remah pertama di Provinsi Aceh. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Pabrik pengolahan karet remah pertama resmi beroperasi di Provinsi Aceh. Pabrik ini merupakan yang pertama dibangun di wilayah yang terkena sebagai Serambi Makkah itu.
 
CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan, pabrik yang dikelola oleh PT Potensi Bumi Sakti ini membawa angin segar bagi ribuan petani karet di seluruh Aceh. Sebab, selama ini mereka harus menjual hasil panen ke luar daerah, terutama Medan.
 
Dengan kapasitas mesin terpasang sebesar 5 ton karet kering per jam atau 10 ton karet basah per jam, pabrik yang berada di atas lahan seluas 25 hektare di Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat ini menargetkan pengolahan hingga 100 ton karet kering per hari, atau sekitar 30.000 ton per tahun. 
 
Hal ini menjadikan pabrik ini sebagai pusat pengolahan strategis yang mampu menyerap produksi petani karet dari berbagai wilayah di Aceh.
 
"Selama ini, petani karet kita harus menanggung biaya angkut dan menghadapi fluktuasi harga yang tidak menentu. Dengan adanya pabrik ini di wilayah sendiri, rantai distribusi menjadi lebih efisien dan harga jual bisa lebih kompetitif," ujar Hashim.
 
Tak hanya berdampak pada sektor pertanian, pabrik ini juga membuka peluang lapangan kerja yang luas bagi masyarakat setempat. Dengan menyerap tenaga kerja lokal, pabrik ini secara langsung membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
 
 
Lebih dari itu, pabrik juga aktif mendukung program pembangunan daerah melalui inisiatif Program Pemberdayaan Masyarakat, antara lain: pemberdayaan UMKM lokal, bantuan bibit karet unggul bagi petani, program peternakan rakyat dan budidaya ikan air tawar.
 
"Multiflier effect dari kehadiran pabrik karet remah ini sangat besar. Tidak hanya petani yang merasakan manfaatnya, tetapi juga pelaku UMKM, keluarga pekerja, dan masyarakat sekitar secara umum," tambah Hashim.
 
Pembangunan pabrik ini juga direspon positif oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Dia menilai, pembangunan pabrik ini bisa mendongkrak perekonomian Aceh.
 
"Ini adalah langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi Aceh. Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi inisiatif dari sektor swasta seperti PT Potensi Bumi Sakti yang berinvestasi di sektor riil dan memberdayakan petani kita. Kami berharap kehadiran pabrik ini menjadi pemicu tumbuhnya industri hilir karet lainnya dan mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal," ungkapnya.
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore