Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Agustus 2024 | 01.05 WIB

RI Kembali Deflasi pada Juli 2024, Makan, Minuman dan Tembakau jadi Penyumbangnya

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Tangkapan layar) - Image

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Tangkapan layar)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia pada Juli 2024 mengalami deflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Deflasi ini sudah tercatat tiga bulan berturut-turut sejak Mei 2024.

 
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, deflasi Juli 2024 ini lebih dalam bila dibandingkan Juni 2024 yakni sebesar 0,08 persen mtm.
 
"Pada Juli 2024 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan, atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,28 pada Juni 2024 menjadi 106,09. Deflasi ini merupakan deflasi ketiga selama 2024," kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/8).
 
 
Ia menyebut, penyumbang deflasi terdalam pada Juli 2024 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,97 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,28 persen.
 
Sementara itu, terdapat komoditas yang memberikan andil inflasi, antara lain cabai rawit dan beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,04 persen. Kemudian, emas, perhiasan, kopi bubuk, kentang, sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen.
 
“Catatan lainnya, kelompok pendidikan juga memberikan andil inflasi  terbesar yaitu 0,04 persen atau mengalami inflasi sebesar 0,69 persen,” ungkapnya.
 
 
Lebih lanjut, tingkat inflasi tahunan atau year on year (YoY) pada Juli 2024 mencapai 2,13 persen atau melandai dari inflasi tahunan di Juni 2024 sebesar 2,51 persen.
 
Amalia menyebut tren inflasi tahunan terjadi di seluruh wilayah, di mana inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan (5,09 persen). Kemudian, disusul oleh Papua Tengah (4,16 persen), Sulawesi Utara (4,03 persen), Gorontalo (3,07 persen), Maluku Utara (2,96 persen), Papua Barat (2,83 persen), dan Kepulauan Riau (2,81 persen).
 
"Sementara inflasi terendah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung (0,84 persen), Nusa Tenggara Timur (0,85 persen), dan Papua (0,91 persen)," pungkasnya.
 
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore