Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 20.02 WIB

Purbaya: Kalau Kita Lepas Harga BBM sesuai Pasar Dunia, Pasti Inflasinya Naik Tinggi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sumber anggaran gaji manajer Koperasi Merah Putih. (istimewa) - Image

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sumber anggaran gaji manajer Koperasi Merah Putih. (istimewa)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 mengalami inflasi 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, inflasi April 2026 yang sebesar 0,13 persen mtm masih cukup terkendali.

Sementara itu secara tahunan, IHK pada April 2026 mengalami inflasi 2,42 Year-on-Year (yoy). Purbaya dalam konferensi pers, Senin (4/5) menerangkan bahwa tekanan inflasi kini mulai mereda seiring normalisasi kebijakan yang ditempuh pemerintah.

Upaya pemerintah dalam mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak geopolitik turut meredam lonjakan inflasi, khususnya di sektor energi.

Menkeu Purbaya menjelaskan keputusan pemerintah untuk tetap melanjutkan subsidi BBM sudah diperhitungkan secara matang. Pasalnya, jika subsidi energi dicabut di tengah harga minyak dunia yang masih meningkat, inflasi berpotensi melonjak dan berdampak negatif terhadap masyarakat.

"Tapi, kalau kita lepas harga minyak, harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya naik tinggi, dan daya beli akan tergerus, efek minyak akan menambah secara signifikan," ujar Purbaya, dikutip dari Antara.

"Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM," tambahnya.

Bendahara Negara itu juga mengatakan, pelepasan subsidi BBM tidak hanya berdampak pada inflasi, tetapi juga dapat menekan daya beli masyarakat hingga berujung pada perlambatan ekonomi.

"Hitungannya kita adalah mana yang paling bagus, kita subsidi atau kita ambil subsidinya. Uangnya banyak, saya belanjain, tapi ekonominya runtuh, karena susah dikendalikan," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen secara tahunan (yoy).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore