
Pedagang merapihkan telur ayam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). Menjelang hari Natal dan Tahun baru 2023 sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik, menurut pedagang harga telur ayam naik dari Rp. 28.000 menjadi Rp. 31.000 - 35.
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Januari 2026. Deflasi ini tercermin dari penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.
"Pada Januari tahun 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara month to month atau terjadi penurunan indeks harga IHK dari 109,92 pada Desember 2025 menurun menjadi 109,75 pada Januari tahun 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2).
Lebih rinci ia membeberkan bahwa kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 1,03 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,30 persen.
Sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama penurunan harga, terutama cabai merah dengan andil deflasi 0,16 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,08 persen, bawang merah sebesar 0,07 persen seiring panen raya, daging ayam ras sebesar 0,05 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,03 persen.
Selain pangan, komoditas lain yang turut menyumbang deflasi adalah bensin dan tarif angkutan udara, masing-masing dengan andil 0,03 persen. Meski demikian, beberapa komoditas masih memberikan tekanan inflasi pada Januari 2026. Emas perhiasan tercatat menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,16 persen, diikuti ikan segar sebesar 0,06 persen, serta tomat sebesar 0,02 persen.
Berdasarkan komponen pembentuk inflasi, Ateng menyebut komponen harga bergejolak atau volatile food menjadi pendorong utama deflasi Januari 2026. Komponen ini mengalami deflasi 1,96 persen dan memberikan andil deflasi terbesar sebesar 0,33 persen.
“Deflasi terutama didorong oleh komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras,” jelasnya.
Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami deflasi 0,32 persen dengan andil 0,06 persen, terutama berasal dari bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota.
"Sedangkan komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,24 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti yaitu emas perhiasan sewa rumah, sepeda motor dan juga nasi dengan lauknya," tukasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
