JawaPos.com - PT KAI (Persero) memastikan tarif promo Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan diumumkan pada Senin (2/10). Pengumuman itu akan dilakukan bersamaan dengan Peresmian Kereta Cepat oleh Presiden Joko Widodo di Stasiun Halim, Jakarta Timur.
“(Tarif promo kereta cepat Jakarta Bandung) tunggu besok (Senin),” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo saat ditemui di sela acara Pasar Gembira LRT Jabodebek di Stasiun Jatimulya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Minggu (1/10).
Meski begitu, Didiek enggan menyebutkan besaran secara detail tarif yang akan diumumkan besok. Dia hanya memastikan bahwa pada operasional pertama Kereta Cepat yang diberinama Whoosh ini akan diberlakukan tarif promo.
“Iya (tarif promo). (Nominalnya) tunggu besok,” ujar Didiek.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menyebut bahwa Pemerintah akan menerapkan tarif promo pada awal operasional KCJB untuk menarik minat masyarakat.
Hal ini sejalan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Izin Operasi Sarana Perkeretaapian Umum untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Izin operasi ini dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 114 Tahun 2023 tentang Izin Operasi Sarana Perkeretaapian Umum PT Kereta Api Indonesia-China.
Menhub mengatakan, rilisnya izin operasi ini, KCJB telah memenuhi aspek kelaikan operasional kereta cepat. “Alhamdulillah seluruh komponen pengujian dan sertifikasi telah dilaksanakan sehingga surat izin operasi ini dapat diterbitkan dan operasi komersial KCJB dapat segera dilakukan,” kata Menhub Budi di Jakarta, Minggu (1 /10).
Lebih lanjut, Menhub Budi menjelaskan bahwa operasional KCJB akan dilakukan secara bertahap untuk terus dilakukan evaluasi sampai dengan skenario ultimate hingga 68 perjalanan KA per hari.
Menhub Budi berharap agar setelah dikeluarkannya izin operasi ini, pihak KCIC selaku operator dapat menyiapkan operasi komersial yang akan segera diresmikan oleh Presiden.
"Semoga KCJB dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi bangsa,” tandas Menhub Budi.