Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 17.35 WIB

Imbas El Nino dan Kekeringan, Harga Beras Tetap Tinggi dalam 6–9 Bulan

Ilustrasi pedagang beras - Image

Ilustrasi pedagang beras

JawaPos.com – Tren kenaikan harga beras belum berhenti. Bahkan, lonjakan harga beras diproyeksikan terus terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Harga beras dan bahan pangan lainnya terus merangkak naik seiring dinamika El Nino. ”Untuk beras, rata-rata dari puncak El Nino akan ada inflasi beras yang meningkat. Waktunya sekitar 6–9 bulan setelah puncak El Nino,” ulas Chief Economist Bank Permata Josua Pardede pada media briefing di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kemarin (25/9).

Dia menjelaskan, lag time atau jeda waktu itu lumrah terjadi dalam dinamika inflasi. Hal tersebut juga terjadi pada inflasi pangan yang disebabkan El Nino.

Josua menyatakan, harga beras rata-rata akan terus naik. ”Inflasi pangan akan melonjak sekitar enam sampai sembilan bulan setelah El Nino terjadi. Ada lag time,” katanya.

Senada, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Abdurohman menjelaskan, sumbangan harga beras pada inflasi cukup besar. Dalam hitungan inflasi kelompok pangan, beras memiliki bobot terbesar, yakni mencapai 3,33 persen. Sekecil apa pun kenaikan harga beras akan mengerek capaian inflasi.

”Memang, kalau dilihat, bobot inflasi beras ke inflasi mencapai 3,33 persen. Ini cukup besar. Pergerakannya (harga beras, Red) terus mengalami kenaikan,’’ jelasnya.

Kenaikan harga beras itu meluas ke berbagai wilayah. BPS mencatat, kenaikan harga beras dirasakan secara merata di 284 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, beras menjadi komoditas nomor satu yang memengaruhi perubahan indeks perkembangan harga (IPH) sampai minggu ketiga September 2023. Setelah beras, ada komoditas gula pasir, cabai merah, daging ayam ras, hingga minyak goreng. ”Belum terlihat ada tanda-tanda menurun ataupun flat,” ungkap Amalia pada rakor pengendalian inflasi daerah yang diadakan Kemendagri kemarin.

Jika dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya, lanjut dia, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras ini terus bertambah. Perinciannya, minggu pertama ada 230 kabupaten/kota dan minggu kedua bertambah menjadi 263 kabupaten/kota. ”Lalu, minggu ketiga bertambah sehingga ada 284 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan beras,” bebernya.

Pada Agustus 2023, beras memberikan andil inflasi terbesar, yaitu mencapai 0,05 persen. Secara akumulatif, hingga Agustus 2023, beras mengalami inflasi 7,99 persen.

Di tengah lonjakan harga beras, potensi defisit produksi beras terus terjadi. Amalia menuturkan, perlu diwaspadai potensi defisit produksi beras yang makin meningkat hingga November 2023.

Amalia menyebut kondisi tersebut sebagai siklus tahunan yang biasanya berulang pada periode akhir tahun. BPS mencatat, produksi padi nasional pada September 2023 mencapai 4,07 juta ton. Lalu, produksi turun menjadi 3,82 juta ton pada Oktober dan akan berkurang lagi menjadi 2,88 juta ton pada November. Padahal, konsumsi beras per bulan sekitar 2,55 juta ton.

Saat ini pemerintah berupaya mendistribusikan beras jenis stabilisasi pasokan dan harga pasar (SPHP) ke pasaran. Tujuannya, harga beras yang sedang melambung tinggi dapat diredam.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah mengadakan meeting dengan Bulog dan Bapanas agar bisa menyalurkan beras ke ritel. ”Karena ritel ini yang paling menjaga harga. Dengan sistem ritel yang menggunakan MT (modern trade), stok dan persebaran SPHP bisa dicek secara transparan,” ujar Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey.

Aprindo sudah meminta Bulog untuk memasok suplai beras pemerintah ke jaringan ritel modern. Aprindo berharap mendapat alokasi suplai sekitar 2.500 ton, khususnya untuk ritel modern berjenis minimarket dan supermarket. Sebab, kata Roy, minimarket dan supermarket memiliki porsi sekitar 80 persen dari total ritel modern yang berjumlah 50 ribu unit. ”Ya, lumayan bisa merepresentasikan untuk minimarket-supermarket di sekitaran 44 ribu toko gerai,” urainya. Nanti permintaan tambahan beras itu disalurkan bertahap.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore