
SAWAH KERING: Fenomena El Nino berdampak rendahnya curah hujan hingga mengakibatkan kekeringan. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)
JawaPos.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi El Niño ekstrem yang akan melanda Indonesia, berpotensi memicu kekeringan, krisis air bersih, dan ancaman serius lainnya di sektor lingkungan.
Pakar Manajemen Bencana Universitas Airlangga, Hijrah Saputra menjelaskan El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah dan timur yang melampaui kondisi normal.
Fenomena ini menyebabkan suhu permukaan laut di kawasan tersebut meningkat, dengan anomali mencapai 1,5 hingga 2,5 derajat Celsius di atas normal, bahkan pada titik tertentu bisa lebih tinggi.
Baca Juga:Korban Tabrakan Kereta Stasiun Bekasi Timur Bertambah, AHY: 15 Korban Meninggal, 88 Dirawat
Dalam kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, El Niño termasuk dalam fenomena El Niño - Southern Oscillation (ENSO) yang berdampak luas terhadap sistem atmosfer global dan pola iklim di berbagai wilayah dunia.
Pemanasan suhu laut ini memengaruhi sirkulasi udara, sehingga distribusi curah hujan menjadi tidak merata dan meningkatkan potensi terjadinya kekeringan di sejumlah kawasan, termasuk Indonesia.
"Terjadi pengheseran pusat pembentukan awan hujan ke Pasifik, sehingga Indonesia mengalami penurunan curah hujan dan musim kemarau yang lebih kering," terang Hijrah di Surabaya, Selasa (28/4).
Ia menambahkan, kekuatan El Niño diukur melalui Oceanic Niño Index (ONI). Nilai di atas +0,5 derajat menandakan El Niño, sedangkan di bawah −0,5 menunjukkan La Niña, dengan kategori dari lemah hingga sangat kuat.
Potensi El Niño ekstrem juga diprediksi lembaga global National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Mereka menyebut peluang fenomena ini mencapai 62 persen pada Juni - Agustus 2026.
Dampak dan Mitigasi Bencana El Nino
Hijrah Saputra menilai fenomena El Niño di Indonesia dapat memicu kemarau panjang, kebakaran hutan, krisis air bersih, hingga gangguan sektor pertanian dan pangan.
Selain itu, El Niño juga berdampak pada peningkatan emisi karbon dioksida secara global. Hal ini terjadi akibat meningkatnya kebakaran lahan dan hutan, serta perubahan ekosistem yang memperburuk lingkungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022