Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 20.52 WIB

Bahlil Sebut Cuan Hilirisasi Nikel Hanya Balik ke Indonesia 30 Persen

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia - Image

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

 
JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan keuntungan atau cuan yang kembali ke Indonesia dari bisnis hilirisasi nikel hanya 30 persen. Menurutnya, cuan yang diraup dari hilirisasi lebih banyak di bawa ke luar negeri untuk melunasi kredit yang dipakai.
 
“Jangan bermimpi untuk Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari hasil industri itu akan kembali seutuhnya ke Indonesia. Contoh hilirisasi sektor nikel semua kreditnya kan kredit dari luar, teknologinya dari luar,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/9).
 
“Begitu ada hasil penjualan atau revenue, yang mereka lakukan pertama adalah membayar bunga dari pinjaman mereka. Yang kembali ke kita (Indonesia) paling tinggi 20-30 persen itu pun hanya untuk operasional,” sambungnya.
 
Bahlil juga menekankan bahwa keuntungan yang sering disebut-sebut Presiden Jokowi dalam setiap sambutannya hanya menyumbang sekitar 30 persen ke tanah air.
 
 
Terlebih, kata dia, bisnis hilirisasi nikel itu belum bisa balik modal dalam waktu cepat. Menurutnya, bisnis sektor nikel ini baru bisa kembali 5-6 tahun.
 
“Yang sering dibilang bahwa kalau Pak Presiden memberikan pidato ekspor nikel hampir Rp510 triliun tidak kembali ke kita. Bukan tidak kembali, tapi selebihnya mereka harus bayar pokok tanpa bunga itu untuk (modal) industrinya. Tapi kalau untuk tambangnya, penuh kembali ke Indonesia,” tandasnya.
 
 
Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan cuan hilirisasi nikel RI telah melonjak dari sebelumnya Rp 32 Triliun menjadi Rp 510 triliun. Oleh karena itu, saat ini pemerintah terus menggaungkan program hilirisasi untuk memberikan nilai tambah terhadap pendapatan negara.
 
Presiden pun memberikan contoh nyata dalam hal tersebut yaitu nilai ekspor yang melompat setelah anggota menghentikan ekspor nikel mentah.
 
“Saya berikan contoh saja nikel, ini sering saya sampaikan waktu ekspor bahan mentah ini sebelum 2020, waktu ekspor bahan mentah kita setahun itu hanya dapat kira-kira USD 2,1 miliar artinya hanya kurang lebih 32 triliun (rupiah), begitu dihilirisasi—diindustrialisasi menjadi USD 33,8 miliar, dari 32 triliun (rupiah) menjadi 510 triliun (rupiah) kurang lebih, melonjaknya berapa kali?” jelas Jokowi dalam acara Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Tahun 2023, dikutip Minggu (20/8).
 
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore