
ILUSTRASI. Ekskavator memindahkan tanah ke truk dalam pertambangan nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan (28/7). Bijih nikel merupakan hasil tambang pertama yang dilarang diekspor secara mentah
Hilirisasi sumber daya alam (SDA) mulai dilakukan. Secara bertahap, pemerintah menghentikan ekspor bahan tambang mentah. Dimulai dari nikel, kemudian bauksit, timah, hingga alumina. Sejak Januari 2020, kebijakan larangan ekspor bijih nikel diberlakukan. Dampak positif pun mulai terlihat.
---
TUJUAN menyetop ekspor bahan tambang mentah adalah meningkatkan nilai tambah domestik. Sejak bergulirnya program hilirisasi sumber daya alam, terutama logam nikel, beberapa multiplier effect mulai terlihat pada ekonomi nasional.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif menjelaskan, berdasar data Kemenperin, saat ini terdapat 34 smelter yang sudah beroperasi dan 17 unit yang sedang dalam konstruksi.
Investasi yang telah tertanam di Indonesia mencapai USD 11 miliar atau sekitar Rp 165 triliun untuk smelter pirometalurgi dan sebesar USD 2,8 miliar atau mendekati Rp 40 triliun untuk tiga smelter hidrometalurgi yang akan memproduksi MHP (mixed hydroxide precipitate) sebagai bahan baku baterai.
Besarnya multiplier effect smelter nikel itu dapat dilihat dari nilai tambahnya. Kemenperin menghitung, nilai tambah yang dihasilkan dari nikel ore hingga produk hilir meningkat berkali-kali lipat jika diproses di dalam negeri.
Febri menyampaikan, bila harga nikel ore mentah adalah USD 30/ton, harganya naik 3,3 kali mencapai USD 90/ton ketika menjadi nickel pig iron (NPI). Bila nikel menjadi feronikel, harganya akan terkerek 6,76 kali atau setara USD 203/ton.
Ketika hilirisasi berlanjut dengan menghasilkan nikel matte, nilai tambahnya menjadi 43,9 kali atau USD 3.117/ton. Terlebih, sekarang Indonesia sudah memiliki smelter yang menjadikan MHP sebagai bahan baku baterai dengan nilai tambah sekitar 120,94 kali (USD 3.628/ton).
”Apalagi, jika ada pabrik baterai yang mengubah ore menjadi LiNiMnCo, nilai tambahnya bisa mencapai 642 kali lipat,” ungkap Febri.
Upaya itu tentu akan menambah pemasukan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan pajak-pajak lain yang nilainya triliunan rupiah. ”Dari sini saja sudah terbukti, seperti yang disampaikan Bapak Presiden, jika kita mengekspor bahan mentah, angkanya Rp 17 triliun jika dibandingkan dengan ekspor produk hasil hilirisasi nikel yang mencapai Rp 510 triliun. Penerimaan negara dari pajak akan jauh lebih meningkat,” paparnya.
Posisi Indonesia sebagai eksportir utama produk hilir logam nikel juga terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, ekspor feronikel mencapai USD 13,6 miliar atau meningkat 92 persen. (dee/agf/c14/dio)
PUNDI-PUNDI HILIRISASI NIKEL
- Perdagangan dengan Tiongkok mengalami perbaikan neraca. Pada 2018, defisit USD 18,4 miliar. Pada kuartal I 2023, surplus USD 1,2 miliar.
- Pertumbuhan penciptaan tenaga kerja rata-rata tiap tahun mencapai angka 26,9 persen dalam empat tahun terakhir.
- Penerimaan perpajakan pada 2022 sebesar Rp 17,96 triliun. Jumlah itu naik 10,8 kali lipat dibandingkan dengan 2016 yang hanya Rp 1,66 triliun.
- PPh badan pada 2022 mencapai Rp 7,36 triliun. Jumlah itu naik 21,6 kali lipat dibandingkan dengan 2016 yang hanya Rp 0,34 triliun.
Diolah dari berbagai sumber

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
