Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Agustus 2023 | 20.20 WIB

Jokowi Ungkap Cuan Hilirisasi Nikel Lompat Dari Rp 32 Triliun Jadi Rp 510 Triliun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pidato dalam Peringatan HUT ke-56 ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, pada Selasa (8/8). (Youtube Setpres) - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pidato dalam Peringatan HUT ke-56 ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, pada Selasa (8/8). (Youtube Setpres)

 
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan cuan hilirisasi nikel RI telah melompat dari sebelumnya Rp 32 Triliun menjadi Rp 510 triliun. Oleh karenanya, saat ini pemerintah terus menggaungkan program hilirisasi untuk memberikan nilai tambah terhadap penghasilan negara.
 
Presiden pun memberikan contoh nyata dalam hal tersebut yakni nilai ekspor yang melompat setelah memberhentikan ekspor nikel mentah.
 
“Saya berikan contoh saja nikel, ini sering saya sampaikan waktu ekspor bahan mentah ini sebelum 2020, waktu ekspor bahan mentah kita setahun itu hanya dapat kira-kira USD 2,1 billion artinya hanya kurang lebih 32 triliun (rupiah), begitu dihilirisasi—diindustrialisasi menjadi USD 33,8 billion, dari 32 triliun (rupiah) menjadi 510 triliun (rupiah) kurang lebih, lompatannya berapa kali?” jelas Jokowi dalam acara Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Tahun 2023, dikutip Minggu (20/8).
 
 
Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan bahwa dari lompatan tersebut tentunya berdampak terhadap negara, baik dari segi penerimaan negara hingga pembukaan lapangan kerja.
 
Sebelum hilirisasi kesempatan kerja dan pembukaan lapangan kerja ada di negara lain, setelah hiliriasi lapangan kerja terbuka di dalam negeri.
 
"Karena, negara dari nikel itu sekali lagi dapat PPN—Pajak Pertambahan Nilai, dapat PPH perusahaan, dapat PPH karyawan, dapat royalti, dapat penerimaan negara bukan pajak, dapat bea ekspor,” lanjutnya.
 
Oleh sebab itu, Presiden menilai ke depan ketika ekspor bahan mentah sejumlah komoditas lainnya turut dihentikan, maka dapat mendorong lagi terbukanya lapangan kerja dalam negeri.
 
“Kalau nanti stop bauksit, stop tembaga, stop timah, stop batu bara, stop minyak kelapa sawit CPO, stop rumput laut—ekspor rumput laut mentah, stop ikan mentah, berapa yang kita bisa buka lapangan kerja di dalam negeri?” imbuhnya.
 
Namun, Presiden Jokowi pun menyampaikan bahwa untuk mempertahankan hal tersebut, selain dibutuhkan keberanian, juga dibutuhkan kekompakan dan persatuan antar komponen bangsa.
 
“Tapi sekali lagi semua itu membutuhkan kekompakan, semua itu membutuhkan persatuan, membutuhkan seluruh kekuatan komponen bangsa ini untuk bersama-sama meraih, bersama-sama berusaha,” tandasnya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore