Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2020 | 12.57 WIB

Semringah, Airlangga Sebut Surplus Perdagangan Juli Tertinggi 9 Tahun

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto gembira atas capaian kinerja perdagangan Juli 2020. Menurutnya, surplus neraca perdagangan Juli 2020 menjadi kabar menggembirakan di tengah pandemi Covid-19.

"Ini sesuatu yang sangat positif di tengah situasi pandemi sekarang. Hal lain yang lebih menggembirakan, surplus perdagangan pada Juli 2020 merupakan yang tertinggi sejak 9 tahun lalu atau tepatnya Agustus 2011," katanya dilansir dari Antara, Jumat (21/8).

Airlangga melihat, kinerja perdagangan Juli 2020 yang mencetak surplus USD 3,26 miliar itu menunjukkan bahwa komoditas ekspor Indonesia punya daya saing tinggi. Surplus Juli 2020 terutama dipengaruhi oleh membaiknya kinerja ekspor, khususnya ekspor nonmigas, dan menurunnya permintaan impor barang konsumsi.

baca juga: Dihantam Pandemi, Neraca Perdagangan RI Malah Surplus Banyak

Ekspor nonmigas pada Juli 2020 mencapai USD 13,03 miliar atau meningkat 13,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Beberapa komoditas penyumbang ekspor di sektor industri di antaranya logam mulia, perhiasan/permata, kendaraan, besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektrik.

"Sesuatu yang sangat positif mengingat saat ini Indonesia sedang membutuhkan sektor-sektor pengungkit agar pertumbuhan ekonomi kuartal-III 2020 bisa lebih baik dibandingkan kuartal-II 2020," imbuh mantan Menteri Perindustrian tersebut.

Menurut dia, menurunnya impor barang konsumsi memang lebih besar daripada impor bahan baku/penolong. Total nilai impor pada Juli 2020 sebesar USD 10,47 miliar.

Berdasarkan penggunaan barang, pangsa impor barang konsumsi sebesar 10,63 persen, barang modal sebesar 18,79 persen, dan bahan baku/penolong sebesar 70,58 persen dari total impor Juli 2020. Airlangga mengklaim, menurunnya impor barang konsumsi dikarenakan keberhasilan program peningkatan konsumsi barang produksi dalam negeri.

"Penurunan impor bahan baku/penolong juga diharapkan memberikan peluang bagi industri/pelaku usaha dalam negeri untuk mampu memasoknya, sekaligus mengambil alih pangsa impor. Khususnya di masa-masa penuh tantangan saat ini," imbuhnya.

Dengan surplus perdagangan Juli 2020, maka Indonesia telah mencatatkan surplus perdagangan selama tiga bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

https://www.youtube.com/watch?v=zXEvtRwQl-U

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore