
Photo
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto gembira atas capaian kinerja perdagangan Juli 2020. Menurutnya, surplus neraca perdagangan Juli 2020 menjadi kabar menggembirakan di tengah pandemi Covid-19.
"Ini sesuatu yang sangat positif di tengah situasi pandemi sekarang. Hal lain yang lebih menggembirakan, surplus perdagangan pada Juli 2020 merupakan yang tertinggi sejak 9 tahun lalu atau tepatnya Agustus 2011," katanya dilansir dari Antara, Jumat (21/8).
Airlangga melihat, kinerja perdagangan Juli 2020 yang mencetak surplus USD 3,26 miliar itu menunjukkan bahwa komoditas ekspor Indonesia punya daya saing tinggi. Surplus Juli 2020 terutama dipengaruhi oleh membaiknya kinerja ekspor, khususnya ekspor nonmigas, dan menurunnya permintaan impor barang konsumsi.
baca juga: Dihantam Pandemi, Neraca Perdagangan RI Malah Surplus Banyak
Ekspor nonmigas pada Juli 2020 mencapai USD 13,03 miliar atau meningkat 13,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Beberapa komoditas penyumbang ekspor di sektor industri di antaranya logam mulia, perhiasan/permata, kendaraan, besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektrik.
"Sesuatu yang sangat positif mengingat saat ini Indonesia sedang membutuhkan sektor-sektor pengungkit agar pertumbuhan ekonomi kuartal-III 2020 bisa lebih baik dibandingkan kuartal-II 2020," imbuh mantan Menteri Perindustrian tersebut.
Menurut dia, menurunnya impor barang konsumsi memang lebih besar daripada impor bahan baku/penolong. Total nilai impor pada Juli 2020 sebesar USD 10,47 miliar.
Berdasarkan penggunaan barang, pangsa impor barang konsumsi sebesar 10,63 persen, barang modal sebesar 18,79 persen, dan bahan baku/penolong sebesar 70,58 persen dari total impor Juli 2020. Airlangga mengklaim, menurunnya impor barang konsumsi dikarenakan keberhasilan program peningkatan konsumsi barang produksi dalam negeri.
"Penurunan impor bahan baku/penolong juga diharapkan memberikan peluang bagi industri/pelaku usaha dalam negeri untuk mampu memasoknya, sekaligus mengambil alih pangsa impor. Khususnya di masa-masa penuh tantangan saat ini," imbuhnya.
Dengan surplus perdagangan Juli 2020, maka Indonesia telah mencatatkan surplus perdagangan selama tiga bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
https://www.youtube.com/watch?v=zXEvtRwQl-U
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Mengulik Penyebab Rans Carnival Diboikot, Deklarasi Mahasewa hingga Share Revenue UMKM 20 Persen
Profil AKBP Netty Rosdiana, Istri Jenderal Polisi yang Pernah Sindir Seskab Teddy 'Lupa Daratan'
Prediksi Skor Garudayaksa vs PSS Sleman: Sama-Sama Terluka, Duel Pakansari Rawan Berakhir Imbang
5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
Fitrah Maulana Syukuri Debut dan Cleansheet di ACL Two Bersama Persib Bandung
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs PSS Sleman: Kejutan atau Deja vu Final Championship Musim Lalu
Prediksi Skor Dewa United vs Persija di Super League: Macan Kemayoran Amankan Poin Penting di Banten
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
Jack Miller Ungkap Alasan Marah di Sprint Race MotoGP Malaysia, Minta Maaf ke Pramac Yamaha

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022