
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak , dimana Pemberian insentif dan berbagai kemudahan pengiriman barang diharapkan bisa tingkatkan kinerja ekspor impor. Jumat (06/02/2020). foto Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos
JawaPos.com - Kinerja perdagangan RI mendapat tantangan cukup berat sejak pademi Covid-19 melanda. Uniknya, secara kumulatif, neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2020 malah mencetak surplus lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kita mengalami surplus USD 8,75 miliar. Surplus ini jauh lebih bagus dibandingkan Januari-Juli 2019 yang waktu itu kita defisit USD 2,15 miliar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, dalam paparannya, Selasa (19/8).
Catatan BPS, sepanjang Januari-Juli 2018, neraca perdagangan RI juga mencetak defisit sebesar USD 3,21 miliar. Sedangkan pada Januari-Juli 2017, neraca perdagangan RI mencetak surplus hanya USD 7,39 miliar.
Pada Januari-Juli 2016, surplus neraca perdagangan hanya USD 4,76 miliar. Dan pada Januari-Juli 2015, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar USD 5,86 miliar.
Kecuk, sapaan Suhariyanto, memaparkan untuk bulan Juli 2020 saja, neraca perdagangan mengalami surplus USD 3,26 miliar. Kecuk menuturkan, surplus ini juga jauh lebih besar dibandingkan surplus Juni 2020 yang sebesar USD 1,25 miliar.
"Dan, jauh lebih besar dibandingkan Juli 2019, yang pada saat itu neraca perdagangan mencetak defisit USD 0,28 miliar," katanya.
Lebih lanjut, Kecuk merincikan, surplus Juli 2020 yang sebesar USD 3,26 miliar disebabkan peningkatan ekspor bulanan yang cukup tinggi sebesar 14,33 persen. Sedangkan impornya turun 2,73 persen month-to-month (mtm).
"Surplus ini didominasi oleh (perdagangan) nonmigas kita," imbuhnya.
Surplus dari AS hingga Filipina
Pada Juli 2020, neraca perdagangan RI dengan AS masih mengalami surplus USD 1,04 miliar. BPS mencatat, nilai ekspor RI ke AS sebesar USD 1,6 miliar, sedangkan impornya hanya USD 566 juta.
"Yang membuat surplus barang-barangnya adalah pakaian dan aksesorisnya terutama rajutan. Pakaian dan aksesoris bukan rajutan. Serta, mesin dan perlengkapan elektrik," terang Kecuk.
Perdagangan RI dengan India juga mencetak surplus, yakni sebesar USD 466 juta. Ekspor ke India tercatat USD 800,4 juta, sedangkan impornya USD 333,5 juta.
Barang-barang utama yang membuat surplus adalah lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, serta berbagai produk kimia. Perdagangan RI dengan Filipina juga surplus USD 460,4 juta.
Ekspor ke Filipina sebesar USD 490,6 juta, sedangkan impornya USD 30,2 juta. "Yang membuat surplus yaitu bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya, serta berbagai makanan dan olahan," tutur Kecuk.
Defisit dari Tiongkok hingga Brasil
Di sisi lain, perdagangan RI dengan beberapa negara mencetak defisit, seperti dengan Tiongkok, Korea Selatan, dan Brasil. Perdagangan RI dengan Tiongkok mencetak defisit USD 694,9 juta.
Ekspor ke Tiongkok tercatat sebesar USD 2,52 miliar, sedangkan impornya mencapai USD 3,22 miliar. "Barang-barang utama yang membuat defisit adalah mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanik, serta plastik dan barang dai plastik," jelas Kecuk.
Dengan Korea Selatan neraca perdagangan RI membukukan defisit USD 114,2 juta. Nilai ekspor ke Korea Selatan sebesar USD 428,4 juta. Sedangkan impornya mencapai USD 542,6 juta
"Karena kita banyak mengimpor mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanik, serta plastik dan barang dari plastik," kata Kecuk.
Terakhir, perdagangan RI dengan Brasil pun mencetak defisit USD 138,3 juta. Ini dikarenakan ekspornya hanya USD 78,4 juta, sedangkan impornya mencapai USD 216,7 juta.
https://www.youtube.com/watch?v=WWfCOnVZ19Y

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
