Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juli 2018 | 23.51 WIB

Benarkah Angka Kemiskinan Era Jokowi Terendah Sejak Krisis Moneter 98

Ilustrasi sanitasi buruk di kota-kota besar yang padat - Image

Ilustrasi sanitasi buruk di kota-kota besar yang padat

JawaPos.com - Jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 25,95 juta orang (9,82 persen) atau turun 633,2 ribu orang dibandingkan September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang (10,12 juta orang). Angka kemiskinan tersebut membuat jumlah penduduk miskin pada tahun ini merupakan yang terendah semenjak era krisis moneter 1998. Yuk cari tahu infonya.


Dikutip JawaPos.com melalui data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada saat krisis moneter tahun 1998 mencapai 49,50 juta orang atau 21,92 persen dari total penduduk Indonesia yang terdiri dari 17,60 juta penduduk miskin di kota dan 31,90 juta penduduk miskin di desa.


Setahun berselang, atau memasuki era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yakni tepatnya pada 1999, angka kemiskinan turun menjadi 47,97 juta orang. Tahun selanjutnya kembali terjadi penurunan yang signifikan yakni menjadi 38,74 juta orang.


Tahun 2001, peran Gus Dur digantikan oleh wakilnya pada saat itu, yakni Megawati Soekarnoputri, angka kemiskinan juga turun menjadi 37,87 juta orang. Saat itu, Sayangnya, capaian positif itu gagal terulang tahun berikutnya, karena angka kemiskinan naik menjadi 38,39 juta orang.


Tidak butuh waktu lama, tahun 2003 angka kemiskinan kembali turun menjadi 37,34 persen. Pada 2004 atau saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden juga mengalami penurunan menjadi 36,15 juta orang. Tahun selanjutnya juga turun menjadi 35,10 juta orang. Sayang, pada 2006 angka kemiskinan melonjak signifikan menjadi 39,30 juta orang.


Lagi-lagi, kenaikan itu hanya bertahan semusim saja. Sebab pada 2007- Maret 2013 angka kemiskinan turun secara berkesinambungan yakni menjadi 37,17 juta orang, 34,96 juta orang, 32,53 juta orang, 31,02 juta orang, 30,02 juta orang (Maret 2011), 29,89 juta orang (September 2011), 29,13 juta orang (Maret 2012), 28,59 juta orang (September 2012), 28,07 juta orang (Maret 2013) dan pada September 2013 angka kemiskinan naik jadi 28,55 juta orang.


Setelah itu, angka kemiskinan terus berfluktuasi. Pada Maret 2014 angka kemiskinan turun menjadi 28,28 juta orang, September 2014 turun menjadi 27,73 juta orang. Angka itu menjadi capaian terakhir SBY sebelum akhirnya digantikan oleh Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjadi Presiden Indonesia.


Memasuki era pertamanya atau pada Maret 2015, angka kemiskinan langsung naik menjadi 28,59 juta orang. Pada September 2015, angka itu hanya mengalami sedikit penurunan yakni menjadi 28,51 juta orang.


Selanjutnya, pada Maret 2016, angka kemiskinan kembali turun menjadi 28,01 juta orang. Kemudian pada September 2016 jumlah tersebut kembali turun menjadi 27,76 juta orang. Namun, tahun berikutnya atau pada Maret 2017, angka kemiskinan naik tipis menjadi 27,77 juta orang.


Hanya berselang 6 bulan, atau pada September 2017 angka kemiskinan kembali turun menjadi 26,58 juta orang. Hingga memasuki 2018, jumlah penduduk miskin berkurang menjadi 25,95 juta orang atau turun 633,2 ribu orang.


Meski demikian, Kepala BPS Suharyanto mengingatkan kepada pemerintah agar pengentasan kemiskinan harus  terus dibenahi, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.


"Kita masih punya PR besar untuk Indonesia bagian Timur, karena itu proses pembanguann yang sekarang dikerjakan pemrintah yang berikan perhatian khusus di Indonesia timur, kita harap bisa mampu menignkatkan kesejahteraan masyarakat di sana," tandasnya. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore