Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 November 2018 | 20.49 WIB

Pertamina Temukan 1.060 Gas Melon di Boyolali Salah Sasaran

DEMO: Seorang warga mengeluhkan kelangkaan gas melon di Boyolali beberapa waktu lalu. - Image

DEMO: Seorang warga mengeluhkan kelangkaan gas melon di Boyolali beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Tim gabungan dari Pertamina, Polres Boyolali, Dinas Perdagangan dan Pemkab Boyolali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) penggunaan gas elpiji tiga kilogram (gas melon) dari 22 Oktober-11 November 2018. Hasilnya, dari sidak di 219 lokasi tersebut petugas mendapati ada 1.060 tabung gas yang ternyata salah sasaran atau dinikmati oleh pihak-pihak yang tidak berhak menggunakannya.


Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region IV PT Pertamina Persero, Andar Titi Lestari mengungkapkan, 219 lokasi yang menjadi sasaran sidak merupakan lokasi yang disinyalir banyak menggunakan gas bersubsidi.


Seperti rumah makan dan juga industri pengolahan makanan yang ada di Boyolali. "Dari hasi sidak tersebut sebanyak 1.060 tabung ternyata salah sasaran. Dan ini menjadi salah satu penyebab kurangnya pasokan gas elpiji di wilayah Boyolali," ungkapnya kepada JawaPos.com, Selasa (13/11). 


Sidak tersebut, imbuhnya, bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan gas elpiji tiga kilogram di Boyolali. Selain itu, juga untuk mendeteksi adanya ketidaktepatsasaran dalam pendistribusiannya. Mengingat, selama ini di wilayah Boyolali sering kekurangan pasokan gas tiga kilogram. Padahal, dari Pertamina sendiri pasokan gas melon untuk wilayah Boyolali sudah mencukupi yakni sekitar 8000 tabung per bulannya. 


"Dengan temuan ini kami menukar tabung gas tiga kilogram dengan bright gas 5,5 kilogram. Setiap dua tabung gas tiga kilogram kosong mendapatkan satu tabung gas 5,5 kilogram," terangnya.


Selama Sidak, Pertamina sudah menukarkan 474 tabung bright gas 5,5 kilogram. Dalam kesempatan yang sama, Kasat Sabhara Polres Boyolali, AKP Edi Sukamto mengungkapkan, dalam sidak yang dilakukan satu lokasi ada yang menggunakan gas melon hingga 12 tabung.


"Pertama kami tukar, tetapi setelah kami sidak lagi dan temukan ada penyalahgunaan maka tabung kami sita," ungkapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore