JawaPos Radar

Modernisasi Pasar Tradisional, Pemkot Malang Terapkan E-Retribusi

09/08/2018, 22:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pasar Tradisional
ILUSTRASI: Pasar Klojen merupakan salah satu pasar tradisional yang sudah menerapkan e-retribusi. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Kota Malang bakal menerapkan e-retribusi bagi seluruh pedagang di pasar tradisional yang ada di Kota Malang. Hal itu sebagai upaya modernisasi pasar tradisional agar masyarakat juga selalu nyaman berbelaja disana. 

Saat ini, beberapa pasar ada yang sudah melaksanakan program tersebut. Antara lain pasar buku wilis, pasar klojen, pasar bareng,  pasar kota lama, dan pasar oro-oro dowo.

"Kedepan kami berharap agar seluruh pasar di Kota Malang dapat segera melaksanakan program e-retribusi agar jalannya uang retribusi dapat terarah dan juga menghindari peredaran uang palsu," ujar Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (9/8).

Dia menyampaikan, atas kerjasama dengan BPD Bank Jatim Cabang Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perdagangan Kota Malang akan terus berupaya dan mensosialisasikan program e-retribusi ini kepada seluruh pedagang di pasar tradisional yang ada di Kota Malang. 

Dia mengungkapkan, pasar tradisional saat ini dituntut untuk memodernkan diri, agar masyarakat juga selalu nyaman berbelaja disana. "Pasarnya tetap tradisional, namun manajemen dan pengelolaannya haruslah dibuat modern agar segala transaksi yang ada juga dapat diakses sebagai bentuk keterbukaan informasi publik," imbuh Wali Kota Malang terpilih ini.

Menyusul hal tersebut, dia pun mengimbau agar para aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Malang turut melestarikan pasar tradisional. Apalagi, perputaran ekonomi dinilai sangat tinggi disana. 

Menurutnya, pasar tradisional merupakan basis perekonomian masyarakat yang turut memperkuat perekonomian bangsa. "Karena di pasar tradisional perputaran uang di nilai sangat tinggi," ujar Sutiaji.

Dia menyampaikan, di pasar tradisional banyak terjadi transaksi dan barter yang dilakukan antara penjual dan pembeli sehingga masing-masing pihak memperoleh keuntungan.

Disamping itu, lanjut dia, pasar tradisional juga salah satu media bertransaksi yang patut dipertahankan oleh masyarakat. "Pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi serta melestarikan pasar tradisional sebagai salah satu penopang perekonomian bangsa," tegas Sutiaji.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up