
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Pemerintah terus berupaya untuk mengembalikan kondisi perekonomian nasional imbas hantaman pandemi Covid-18. Dunia usaha tengah menghadapi kesulitan dalam menjalankan bisnisnya akibat dari aktivitas masyarakat yang terbatas.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut saat ini dunia usaha diliputi keragu-raguan dalam mengembangkan bisnisnya. Hal tersebut tercermin dari nyaris tak adanya pertumbuhan penyaluran kredit perbankan. Bahkan, pertumbuhan kredit hampir di level nol persen atau bahkan negatif. Jika pertumbuhan kredit lemah, maka tidak dapat mendorong perekonomian nasional. Sebab tidak mungkin APBN bekerja sendirian.
Sri Mulyani menjelaskan, tidak adanya pertumbuhan kredit menjadi peringatan tanda bahaya. Bahkan, dia menyebut kondisi dunia usaha sedang tidak bergerak. Sehingga, pemerintah harus terus berupaya dalam mendorong sektor-sektor keuangan dan korporasi kembali bisa melakukan bisnisnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
