JawaPos Radar

Dolar Menguat, Pengusaha Tekstil Genjot Ekspor

06/09/2018, 04:45 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita
PRODUK TEKSTIL: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat meninjau stand produk tekstil di Diamond hotel and restauran, Rabu (5/9). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak selalu berdampak buruk terhadap perekonomian. Sebaliknya, kondisi ini justru menjadi peluang cukup bagus bagi para pengusaha industri tekstil dan produk tekstil. Kesempatan ini akan dimanfaatkan untuk menggenjot ekspor dari produk tekstil. 

"Kesempatan ini kami meningkatkan ekspor, karena ini bisa menjadi cadangan devisa dari eksportir non migas," urai Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat usai menghadiri dialog nasional Api di Diamond hotel and restauran, Solo, Rabu (5/9).

Selain itu, lanjut Ade, peluang lain yang bisa mendorong peningkatan ekspor dan meningkatkan produksi tekstil di Indonesia adalah adanya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok.

Dengan adanya perang dagang tersebut, tekstil dari Indonesia bisa diekspor ke kedua negara tersebut. Hal ini karena Indonesia tidak mempunyai permasalahan dengan kedua negara tersebut. Sehingga, produk tekstil dari Indonesia bisa dikirim ke Tiongkok maupun ke Amerika.

"Perang dagang ini menjadi kesempatan yang cukup bagus meningkatkan ekspor tekstil," ungkapnya. 

Ade juga mengatakan, jika selama ini ekspor untuk tekstil dan produk tekstil juga terus mengalami peningkatan. Hanya saja, Ade tidak merinci berapa peningkatan ekspor tersebut. "Peningkatan ekspor ke Tiongkok ini terus terjadi dan meningkat terus," tukasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan, bahwa saat ini produk tekstil dari dalam negeri memiliki kualitas yang tidak kalah dengan luar negeri apalagi dari Tiongkok. Bahkan saat ini produk tekstil dari Indonesia sudah bisa bersaing dengan produk dari Tiongkok. 

"Kalau ekspor kita sudah bisa tumbuh, maka (produknya) bisa diterima oleh market dunia. Dan tentunya di dalam negeri sudah pasti bisa," katanya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up