
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers seusai Pertemuan Komite Negosiasi ASEAN DEFA ke-14 di Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah menyiapkan dana sekitar USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun (kurs 1 USD= Rp 16.870) untuk menjaga daya saing industri tekstil nasional. Langkah ini dilakukan guna mempertahankan industri padat karya agar tetap tumbuh di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu.
“Dan kemarin di Hambalang pada hari Minggu, Bapak Presiden menyiapkan untuk mempertahankan yang labor intensive base. Pemerintah akan menyiapkan dana sekitar USD 6 billion untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investasinya tetap berjalan, terutama produk tekstil,” kata Airlangga di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (13/1).
Dana tersebut disiapkan pemerintah lantaran industri tekstil yang dinilai memiliki peran strategis karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Adapun saat ini, sektor tersebut tengah mempekerjakan sekitar 5 juta orang dan masih berpotensi meningkat hingga 7 juta tenaga kerja.
“Karena itu mempekerjakan 5 juta tenaga kerja yang tetap punya potensi naik sampai 7 juta tenaga kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Airlangga optimistis, industri tekstil tidak akan kehilangan pasar. Pasalnya, kebutuhan sandang bersifat fundamental dan akan terus dibutuhkan oleh masyarakat dunia.
“Karena dunia isinya 8 miliar orang dan dari 8 miliar orang semuanya pakai baju. Jadi itu tidak akan hilang. Untuk sandang itu akan kuat,” tegasnya.
Tak hanya tekstil, Airlangga juga menilai industri alas kaki memiliki prospek yang sama kuatnya. Ia menegaskan bahwa kebutuhan sepatu bersifat universal.
“Dan yang 8 miliar orang itu semuanya saya lihat di sini pakai sepatu. Jadi aman juga untuk industri sepatu,” imbuhnya.
Selain sektor padat karya, pemerintah juga terus mendorong pengembangan industri masa depan berbasis digital. Airlangga menyebut Indonesia memiliki pasar ekonomi digital yang sangat besar.
Dengan penerapan digital economic framework, nilai ekonomi digital di kawasan ASEAN diproyeksikan melonjak signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp 1 triliun, diperkirakan meningkat menjadi Rp 2 triliun, dengan Indonesia berkontribusi sekitar 40 persen dari total nilai tersebut.
“Indonesia ini salah satu negara digital yang marketnya besar sampai dengan USD 125 miliar di tahun 2025. Dan dengan digital economic framework itu akan naik dari Rp 1 triliun ekonomi digital menjadi Rp 2 triliun," tukasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
