
Menteri Keuangan Sri Mulyani - (Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mendukung percepatan transformasi digital melalui kebijakan fiskal, dalam hal ini pendanaan pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana APBN. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, apalagi tantangan Indonesia kedepan semakin meningkat dengan adanya pandemi Covid-19 dan era digitalisasi yang perkembangannya lebih cepat dari perkiraan.
“Bahkan adanya pandemi makin mempercepat disrupsi 4.0 dengan kita semua pindah menuju transformasi digital karena tidak dibolehkan interaksi fisik. Covid-19 transformasi semua negara menuju digital,” ujarnya secara virtual, Senin (5/4).
Sri Mulyani mengungkapkan, transformasi digital sendiri tidak akan terjadi jika tidak ada infrastruktur yang memadai. Dalam hal ini, harus tersedia koneksi internet yang menjangkau seluruh masyarakat hingga ke pelosok daerah terpencil.
“Transformasi digital tidak akan terjadi kalau sebagian Indonesia masih belum terkoneksi layanan internet, bahkan akan semakin tertinggal,” tuturnya.
Ia menjabarkan, dana APBN yang mengalir untuk mendukung transformasi digital melalui Kementerian dan Lembaga, serta melalui dana transfer ke daerah dilakukan agar jaringan internet jaringan 4G tersebar sampai pelosok. Adapun belanjanya dapat mencapai Rp 16 hingga Rp 17 triliun per tahun, hingga 2024 mendatang.
“Belanja pertahunnya bisa mencapai Rp 16-17 triliun hingga 2024, tujuannya agar 9.113 desa yang 3T itu bisa terkoneksi dengan internet . 9.900 sekolah dan pesantren bisa masuk internet 3.700, Puskesmas bisa terkoneksi,” imbuhnya.
Menurutnya, jika pembangunan infrastruktur di bidang digital dapat berjalan dengan baik, maka dapat menciptakan kondisi transformasi yang berkeadilan. Sebab, dana belanja yang dialokasikan sangat besar.
Selain itu, lanjutnya, untuk mewujudkan transformasi digital juga harus dibarengi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pendidikan dan vokasi. Sebab, transformasi digital tanpa kesiapan SDM yang memadai maka dapat didikte oleh kelompok kecil atau pihak asing.
“Di bidang pendidikan dan vokasi menjadi penting seperti Pak Menko mengoordinasikan program Kartu Prakerja, sebelum pandemi dan selama pandemi Covid-19, itu adalah menggunakan infrastruktur digital. Idenya agar masyarakat mampu melakukan meningkatkan kemampuan sehingga terus sesuai dan mengikuti jamannya,” jelasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=l5da2rctKkE
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022