
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (17/2) sekitar pukul 11.55 waktu setempat. (Setpres)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) pada pertengahan Februari 2025 ini membawa agenda strategis. Termasuk, penyelesaian perjanjian dagang besar antara Indonesia dan Amerika Serikat, yakni kesepakatan tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump.
Prabowo memastikan, terkait kesepakatan tarif resiprokal itu pihaknya sudah mencapai kesepakatan yang solid usai terus bernegosiasi intens selama beberapa bulan terakhir.
"Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya, Kamis (19/2).
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa perjanjian tersebut diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat. Presiden menekankan bahwa berbagai kesepakatan penting telah ditandatangani, baik antara institusi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara, termasuk tindak lanjut atas isu keseimbangan perdagangan.
“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.
Untuk diketahui, penandatanganan perjanjian kerja sama ini rupanya mundur dari rencana. Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menargetkan penandatanganan dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat dilakukan pada akhir Januari 2026 di AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, setelah tahapan teknis selesai, dokumen ART akan disiapkan untuk ditandatangani langsung oleh kedua kepala negara.
“Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, maka diharapkan sebelum akhir bulan Januari ini akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di AS yang dipantau secara daring, Selasa (23/12).
Menurut Airlangga, perjanjian ini menjadi kabar baik bagi industri nasional, khususnya sektor-sektor yang terdampak langsung kebijakan tarif Amerika Serikat.
Sektor-sektor tersebut didominasi industri padat karya yang menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja, sehingga memiliki nilai strategis bagi perekonomian Indonesia.
“Ini sangat strategis bagi Indonesia karena sektor-sektor yang terdampak tarif tersebut terutama adalah sektor padat karya yang memperkerjakan sekitar 5 juta pekerja,” tegasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
