
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) di dampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakart
JawaPos.com - Pemerintah akan mengoptimalkan penggunaan anggaran negara demi mendorong percepatan pembangunan nasional. Termasuk saldo anggaran lebih (SAL) yang mengendap.
Sehingga memastikan seluruh dana yang dimiliki negara dapat digunakan secara efektif hingga akhir tahun.
"Semaksimal mungkin, saya inginkan nanti di akhir tahun semua uang yang kita punya bisa dipakai secara efektif. Jadi nggak akan ada sisa uang yang berlebihan seperti dulu lagi. Uang dipakai untuk pembangunan," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jumat sore (12/9).
Alokasi anggaran, lanjut dia, akan bersifat fleksibel. Dengan skema pergeseran pos sesuai dengan kesiapan program.
Anggaran yang tidak terserap akan dipindahkan ke sektor-sektor yang dinilai lebih siap dan berdampak besar bagi ekonomi.
Purbaya mengungkapkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Investasi akan membentuk tim akselerasi program pembangunan. Supaya semua programnya bisa berjalan dengan baik.
Menurut dia, langkah ini bukan kejutan jangka pendek yang dampaknya kecil. Tapi, justru akan memberikan kejutan jangka panjang yang berdampak terhadap perekonomian. Termasuk, mengevaluasi dan melancarkan program yang selama ini yang macet.
Begitu pula, dana-dana pemerintah yang menganggur akan dioptimalkan untuk pembangunan.
Sebab, tahun lalu, masih ada dana sisa anggaran yang cukup banyak. Sehingga tak perlu ada kekhawatiran soal ketersediaan dana.
"Jadi tidak usah takut pemerintah tidak punya uang untuk membangun. Kalau semua program ini jalan, saya yakin target-targetnya akan tercapai dan pertumbuhan ekonomi akan setinggi yang kita prediksi sebelumnya. Saya optimis sekali," tegas mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu.
Yang jelas, Purbaya berkomitmen untuk membalikkan arah ekonomi dulu. Dengan begitu, semua sektor akan bergerak.
Dengan begitu, dalam kurun waktu sekitar dua bulan dari sekarang, gambarannya akan berbeda. "Akan melihat kondisi ekonomi yang berbeda dari sekarang," jelasnya.
Sebanyak Rp 200 triliun dana pemerintah juga telah dimasukkan ke dalam sistem perbankan nasional, khususnya bank-bank Himbara.
Yaitu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Langkah ini diambil untuk mendukung likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi. Mengingat, biasanya uang pemerintah hanya ditempatkan di Bank Indonesia (BI).

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
