
Ilustrasi Kementerian BUMN. (Istimewa)
JawaPos.com-Presiden Prabowo Subianto meminta kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk melakukan pembenahan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Salah satu perintah Prabowo ini adalah untuk mengurangi jumlah komisaris di BUMN yang dinilai kebanyakan. Dia mengatakan, jumlah komisaris di BUMN itu idealnya tak lebih dari 5 orang.
Perintah ini disampaikan langsung Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan para wakil rakyat dan tamu undangan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Jumat (15/8).
"Saya memberi tugas kepada Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk membereskan BUMN-BUMN kita. Tadinya pengelolaannya secara tidak masuk akal, perusahaan rugi komisarisnya banyak banget, saya potong setengah komisarisnya paling banyak 6 orang, kalau bisa cukup 4 atau 5," kata Prabowo.
Sementara itu, berdasar penelusuran JawaPos.com dari laman-laman resmi miliki sejumlah BUMN pada Minggu (17/8), ditemukan ada banyak perusahaan pelat merah yang memiliki jumlah komisaris lebih dari 5 orang.
Namun, ada juga beberapa BUMN yang jumlah komisarisnya telah sesuai dengan harapan Prabowo. Salah satunya, maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia telah memiliki jumlah komisaris yang ideal, yakni hanya 4 orang.
Adapun salah satu BUMN yang memiliki jumlah komisaris jumbo atau lebih dari 6 orang adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan total mencapai 8 orang. Jumlah itu terdiri atas komisaris utama, komisaris, dan komisaris independen.
Tak hanya KAI, BUMN-BUMN dengan laba jumbo masih memiliki komisaris lebih dari 5 orang. Namun begitu, ada banyak BUMN pula yang memiliki komisaris di bawah 5 orang. Di antaranya ada PT Wika Beton, PT Injourney, PT Len Industri holding Defend ID, PT Agrinas Jaladri,
1. KAI
Dikutip dari laman resminya, ada delapan orang yang ditunjuk sebagai komisaris perusahaan pelat merah di bidang kereta api ini. Terdiri atas Komisaris Utama/Komisaris Independen Said Aqil Siroj; Komisaris Independen Arnanto; Komisaris Independen Raizal Arifin; Komisaris Independen Endang Tirtana; Komisaris Independen Diah Natalisa.
Lalu, ada Komisaris Mohamad Risal Wasal; Komisaris Purnomo Sucipto, dan Komisaris I Wayan Sugiri.
2. PLN
Tak hanya KAI, perusahaan pelat merah di bidang ketenagalistrikan, yakni PT PLN (Persero) juga terpantau memiliki jumlah komisaris lebih dari 6 orang. Tepatnya ada sebanyak 10 orang seperti tercantum dalam laman resminya yang dikutip pada Minggu (17/8).
Mereka terdiri atas Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Burhanuddin Abdullah; Wakil Komisaris Utama Suahasil Nazara; Komisaris Aminuddin Ma’ruf. Lalu, Komisaris Dadan Kusdiana; Komisaris Jisman Parada Hutajulu; Komisaris Bambang Eko Suhariyanto.
Kemudian, ada Yazid Fanani sebagai Komisaris Independen; Mutanto Juwono sebagai Komisaris Independen; Andi Arief sebagai Komisaris Independen; dan Komisaris Independen Ali Masykur Musa.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
