
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. (Harianto/Antara)
JawaPos.com–Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan swasembada pangan bukan wacana melainkan bukti nyata. Hal itu tercermin dari lonjakan produksi beras hingga Bulog kekurangan gudang dan harus menambah kapasitas penyimpanan.
”Banyak yang menyatakan bahwa swasembada itu bohong. Yang mengatakan bohong itu mungkin halusinasi. Bulog Itu kan adanya di tempat saya, dan barangnya (terkait swasembada beras) benar ada,” kata Dony dilansir dari Antara.
”Bahkan harus inject Bulog Rp 39 triliun lagi karena mesti membeli panen masyarakat,” tegas Dony.
Menurut Dony, peningkatan masif produksi beras nasional terbukti nyata dengan semakin terbatasnya kapasitas penyimpanan. ”Kita (Bulog) masih membangun gudang hari ini. Bahkan kita kekurangan gudang. Saat ini kita menyewa gudang,” lanjut dia.
Dony menjelaskan, pemerintah meyakini kedaulatan sebuah negara sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk berdiri sendiri, terutama di sektor pangan. ”Keyakinan kita bahwa sebuah negara yang berdaulat itu adalah negara yang memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri terutama sekali di bidang pangan,” ujar Dony.
Menurut Dony, swasembada pangan adalah sebuah proses kerja yang dilakukan kementerian dan lembaga di bawah arahan Presiden Prabowo. Sejumlah kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian maupun BUMN sektor pangan bersinergi menjalankan sejumlah program konkret. Salah satunya adalah pencetakan sawah baru di berbagai wilayah.
Selain itu, kata Dony, pemerintah juga melakukan perbaikan sistem irigasi, menurunkan harga pupuk melalui perubahan model bisnis dan distribusi, serta memastikan keberlanjutan lahan pertanian dengan membatasi alih fungsi lahan. Langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari strategi besar untuk menjaga ketersediaan pangan jangka panjang sekaligus melindungi generasi mendatang.
Lebih jauh, Dony menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih fundamental dan merata. Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama untuk memastikan pembangunan tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat luas, khususnya petani sebagai pelaku utama di sektor tersebut.
Dia menekankan bahwa pemahaman terhadap dasar berpikir kebijakan sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik. Jika masyarakat memahami tujuan besar dari program ketahanan pangan, akan terlihat bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk memperkuat kedaulatan bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022