Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 02.02 WIB

Perlu Waspadai Gejolak Eksternal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi ke Depan

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede. (Istimewa). - Image

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede. (Istimewa).

JawaPos.com - Perekonomian Indonesia pada triwulan II 2025 melampaui ekspektasi pasar. Konsumsi rumah tangga dipandang stabil dan relatif kuat. Meskipun terdapat perlambatan pada beberapa komponen seperti perlengkapan rumah tangga.

"Melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sekitar 4,80 persen (year-on-year)," kata Chief Economist Bank Permata Josua Pardede kepada Jawa Pos, Rabu (6/8).

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat 4,97 persen YoY. Peningkatan konsumsi terutama didorong oleh momentum libur hari besar, seperti Idul Fitri dan Idul Adha, yang berhasil meningkatkan mobilitas serta pengeluaran masyarakat.

"Terutama pada sektor transportasi dan komunikasi, makanan dan minuman, serta restoran dan hotel. Konsumsi rumah tangga dipandang stabil dan relatif kuat, meskipun terdapat perlambatan pada beberapa komponen seperti perlengkapan rumah tangga," ujar Josua.

Peningkatan konsumsi didukung oleh adanya stimulus pemerintah yang membantu menjaga daya beli konsumen, khususnya dalam bentuk diskon tarif listrik dan subsidi serta bantuan lainnya.

Meski konsumsi tetap tumbuh, lanjut dia, yang menjadi perhatian utama adalah lonjakan investasi yang sangat signifikan pada periode ini. Kenaikan tajam dalam investasi didorong oleh belanja modal pemerintah dan meningkatnya impor barang modal. Tingginya aktivitas investasi ini turut membantu pemulihan pada sektor konstruksi dan manufaktur yang tumbuh masing-masing 4,98 persen dan 5,68 persen year-on-year (YoY).

Walaupun secara keseluruhan ekonomi tumbuh positif, sektor manufaktur masih menghadapi tantangan. Hal ini ditandai dengan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia versi S&P Global yang masih di level 49,2 pada Juli 2025. Mencerminkan kondisi bisnis yang masih belum pulih sepenuhnya akibat melemahnya permintaan global, perlambatan ekspor, dan faktor eksternal lainnya.

"Sebaliknya, PMI (Prompt Manufacturing Index) versi Bank Indonesia (BI) mencatat sektor manufaktur tetap dalam zona ekspansi moderat, sebesar 50,89 persen. Yang mengindikasikan bahwa aktivitas produksi masih mampu bertahan dan bahkan mengalami peningkatan di beberapa subsektor tertentu," terangnya.

Secara keseluruhan, Josua menilai hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II 2025 berada di luar ekspektasi awal. Terutama didukung oleh rebound investasi yang signifikan dan daya beli rumah tangga yang terjaga. Peningkatan konsumsi pada periode libur hari besar dan libur sekolah berkontribusi positif dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Namun, perlu diwaspadai bahwa kinerja positif ini masih rentan terhadap berbagai risiko eksternal. "Khususnya dampak dari ketegangan perdagangan global, inflasi harga komoditas, serta potensi tekanan pada rupiah dan pasar keuangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan di semester kedua 2025," ungkap alumnus University of Amsterdam itu.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore