Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 19.57 WIB

BPS Catat Impor RI Capai USD 96,06 Miliar sepanjang Januari-Mei 2025, Paling Banyak dari Tiongkok

Sejumlah pekerja mengolah kedelai impor untuk bahan baku tahu di Sentra Industri Tahu LS, Candisari, Semarang, Jawa Tengah. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Sejumlah pekerja mengolah kedelai impor untuk bahan baku tahu di Sentra Industri Tahu LS, Candisari, Semarang, Jawa Tengah. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total nilai impor sepanjang Januari-Mei 2025 mencapai USD 96,06 miliar atau naik 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini untuk nilai impor migas tercatat USD 13,64 miliar, atau turun 7,44 persen. Sedangkan nilai impor nonmigas USD 82,96 miliar atau naik 7,92 persen.

"Jika dilihat menurut penggunaannya secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada bahan baku atau bahan penolong dan barang modal," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/7).

Dalam paparannya, Pudji menyampaikan bahwa impor barang konsumsi sepanjang Januari-Mei 2025 tercatat menurun sebesar 3,21 persen menjadi USD 8,38 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai USD 8,66 miliar. Sementara itu, impor bahan baku penolong tercatat naik sebesar 3,65 persen menjadi USD 69,40 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai USD 66,96 miliar.

"Sedangkan impor barang modal tercatat naik 17,67 persen menjadi sebesar USD 18,82 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 15,99 miliar," papar Pudji.

Lebih lanjut, Pudji membeberkan bahwa nilai impor barang modal sebagai andil utama peningkatan impor mencapai USD 18,82 miliar atau naik 17,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pudji mengatakan bahwa nilai impor barang modal ini telah memberikan andil peningkatan 3,08 persen. Jika dilihat menurut negara dan kawasan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dengan Tiongkok USD 33,12 miliar, Jepang USD 6,31 miliar, dan Singapura USD 3,89 miliar.

"Sementara itu ASEAN selain Singapura dan Uni Eropa mengalami penurunan," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore