Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 00.22 WIB

Bandara Dhoho Mampu Tampung Pesawat Raksasa Boeing 777, Kemenhub Sebut Operator Lagi Rayu Maskapai Internasional

Bandara Dhoho Kediri. (IG Bandara Dhoho) - Image

Bandara Dhoho Kediri. (IG Bandara Dhoho)

 
JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut bahwa Bandara Internasional Dhoho Kediri di Jawa Timur, mampu menampung dan didarati oleh pesawat berbadan raksasa, yakni Boeing 777.
 
Segera dioperasikan secara komersial pada Januari mendatang, Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto mengatakan saat ini pihak Bandara Dhoho dan Angkasa Pura I sedang merayu maskapai penerbangan Internasional untuk membuka layanan haji dan umroh.
 
"Pihak Dhoho bersama Angkasa Pura I sedang berkoordinasi dengan berbagai penerbangan internasional, khususnya untuk melayani haji dan umroh mengingat kapasitas bandara tersebut tidak ada batasan," kata Novie Riyanto dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (20/12).
 
 
"Kita tahu kalau Surabaya itu kan untuk (Pesawat Boeing) 777 itu limited. Untuk Kediri ini tidak ada pembatasan untuk 777, bahkan untuk pesawat-pesawat besar yang lain," imbuhnya.
 
Di sisi lain, Novie Riyanto juga menyebut, bahwa maskapai Super Air Jet akan menjadi pesawat pertama yang beroperasi di Bandara Dhoho Kediri. Tidak disebutkan rute mana yang akan pertama dibuka, Sekjen Kemenhub memastikan bahwa pengoperasian bandara yang dibangun dengan dana Swasta senilai Rp 13 triliun akan dilakukan tidak lama lagi. 
 
"Dan setahu kami, data yang masuk terakhir adalah Super Air Jet yang akan mengawali operasi di sana dan ditargetkan tidak terlalu lama," jelas Novie Riyanto.
 
Dia mengatakan, pengoperasian maskapai di Bandara Dhoho ini didasarkan pada kalibrasi yang sudah selesai dilakukan. Adapun, kini tinggal menunggu koordinasi pihak operator, yakni Angkasa Pura I dan pihak maskapai.
 
"Kalibrasi sudah dilakukan, tinggal menunggu koordinasi antara pihak operator, dalam hal ini Angkasa Pura I nanti bersama-sama dengan Airline," pungkasnya.
 
Sementara itu, berdasarkan catatan JawaPos.com, hingga kini pihak Bandara Dhoho Kediri masih menunggu sertifikasi bandara yang akan dirilis Kemenhub. Untuk diketahui, sertifikat tersebut merupakan syarat dan modal awal yang harus dimiliki oleh bandara agar pesawat bisa take off dan landing di Bandara Dhoho Kediri itu.
 
Jika sertifikat sudah keluar dan pesawat sudah bisa lepas landas di bandara, maka Bandara Dhoho Kediri dapat dipastikan akan bisa melakukan pembukaan komersil dalam waktu dekat.
 
Mengutip Radar Kediri (JawaPos Group), jelang operasional Bandara Dhoho yang direncanakan Januari mendatang. Sesuai hasil rapat dengan PT Angkasa Pura I, Pemkab Kediri harus mengebut penyelesaian infrastruktur pendukung. Terutama akses jalan non tol.
 
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengakui jika akses menuju bandara merupakan bagian yang penting. Oleh karena itu, belum selesainya infrastruktur pendukungnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemkab. Seluruh akses jalan non-tol yang sekarang sedang dalam perbaikan, menurutnya harus selesai sebelum peresmian yang dijadwalkan Januari nanti.
 
Sejalan dengan itu, jelang pengoperasian, pihak Bandara Dhoho dan operator Angkasa Pura I terus melakukan koordinasi dengan berbagai maskapai lokal dan internasional. Secara business to business (b2b), Super Air Jet disebut akan menjadi maskapai pertama yang akan beroperasi di Bandara Dhoho.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore