Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2023 | 11.50 WIB

Menhub Budi Karya Nilai Soal Penambahan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo Tidak Efektif

Kereta Cepat Whoosh - Image

Kereta Cepat Whoosh

JawaPos.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan penambahan stasiun untuk Kereta Api Cepat Whoosh relasi Jakarta Bandung di daerah Kopo, Bandung, Jawa Barat. Merespons hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai bahwa penambahan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di wilayah Bandung tidak akan efektif.

Hal itu dikarenakan sudah ada dua stasiun kereta cepat yang beroperasi di Wilayah Bandung. Menurut Menhub, dirinya sudah pernah menyampaikan bahwa penambahan stasiun seharusnya memang tidak perlu dilakukan.

"Itu sudah saya sampaikan (terkait tidak efektifnya penambahan stasiun di Bandung), tapi tetap ada saja yang mau," kata Menhub Budi Karya kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/12).

Lebih lanjut, Menhub mengatakan bahwa 4 stasiun kereta cepat yang ada saat ini yakni Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar sudah lengkap dan penuh pertimbangan.

Meski begitu, Menhub tetap mempersilakan adanya usulan penambahan stasiun kereta cepat, hanya saja Menhub mengatakan perlu ada studi yang mendalam dan perlu adanya komunikasi dengan pihak operator kereta cepat.

"Jadi yang Kopo itu studinya perlu mendalam. Apa yang dibuat oleh konsultan ini sudah paripurna, jadi udah detail," lanjut Menhub.

"Kami kan regulator nanti kami akan menilai apa yang akan diusulkan oleh masyarakat. Karena pada akhirnya yang akan bersepakat menerima atau tidaknya itu operator. Baru nanti syarat syarat teknis kita akan sampaikan kepada mereka," tandas Menhub.

Diberitakan sebelumnya, pembahasan ini muncul dalam diskusi bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), PT Kereta Api Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi, dan Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Pembangunan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

“Pilihan ini silakan ditangkap, tentunya wewenang ini ada di KCIC. Karena ini kereta cepat Jakarta-Bandung ya harusnya berhenti benar-benar di Bandung,” ujar Moeldoko dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (30/11).

Dia menjelaskan, mengenai konektivitas upaya peningkatan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan yang akan didapat oleh penumpang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Salah satunya soal ketersediaan kursi di kereta feeder saat sudah sampai di Padalarang.

“Pentingkan untuk kenyamanan penumpang, agar tidak berhenti hanya di stasiun Padalarang serta Tegalluar,” imbuhnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore