
Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat berbicara dalam sesi inspirasi Aspiring Professional Accountants Festival (APAFest) yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) secara virtual (10/11).
JawaPos.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaikkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini menjadi Rp 699,43 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 21 persen dari realisasi sementara 2020 yang sebesar Rp 579,78 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, dana PEN akan jadi pendorong pertumbuhan terutama kuartal I di tahun ini terutama pada Januari hingga Maret 2021. “Diharapkan jadi daya dorong yang efektif untuk pemulihan,” ujarnya secara virtual, Selasa (23/2).
Anggaran PEN tersebut juga naik dari anggaran yang telah direncanakan pada awal tahun ini. Hal itu disebabkan oleh perkembangan situasi dan kondisi saat ini yang membutuhkan anggaran lebih banyak.
Sri Mulyani menyebut dari sektor kesehatan, anggaran PEN tahun ini mencapai Rp 176,3 triliun. Angka ini naik signifikan dari realisasi tahun lalu yang hanya Rp 63,5 triliun. Kenaikan anggaran ini karena kebutuhan belanja di sektor kesehatan juga meningkat. "Kesehatan akan akselerasi Februari hingga Maret," ucapnya.
Kemudian, anggaran untuk perlindungan sosial menjadi sebesar Rp 157,4 triliun. Angka ini turun dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 220,39 triliun. Anggaran perlindungan sosial tersebut, termasuk untuk program bantuan sosial tunai, Keluarga Harapan (PKH), Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, diskon listrik, hingga iuran jaminan kehilangan pekerjaan.
Lalu, pemerintah juga menyiapkan sebesar Rp 186,8 triliun untuk mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pembiayaan korporasi. Angka itu naik dari tahun lalu yang terealisasi Rp 173,17 triliun.
Sedangkan anggaran program prioritas dianggarkan Rp 125,1 triliun atau naik dari realisasi tahun lalu yang Rp 66,5 triliun. Juga insentif usaha dalam PEN dianggarkan Rp 53,86 triliun, turun dari tahun lalu yang 56,12 triliun.
"Semua hanya berharap dari APBN sebagai motor penggerak ekonomi, terutama di kuartal I. Kita berharap di kuartal II, maka beban terhadap APBN bisa mulai dibagi kepada sektor yang muliah pulih,” pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=eCybmPrxDAw

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
