
Founder Terima Kasih Kem-Bali Inrara Sakib di Jakarta Convention Center (JCC) dalam gelaran UMKM Export BRILian Preneur, Jakarta, Minggu (22/12). (Saifan Zaking/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketekunan berkreasi menciptakan berbagai produk aksesories menjadikan Inrara Sakib sukses berbisnis. Founder produk aksessories Terima Kasih Kem-Bali yang bermodal awal Rp 2 juta, kini berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp 50 juta setiap bulannya.
"Omset sekitar Rp 50 juta lah. Ini akan jadi perjalanan panjang. Saya kebetulan suka craft, lalu filosofi saya dalam hidup itu harus selalu berterima kasih, jadi saya kasih nama brand itu Terima Kasih Kem-Bali, jadi begitu orang liat seolah-olah orang liat Bali karena Bali itu indentik sekali sama Indonesia," terangnya saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) dalam gelaran UMKM Export BRILian Preneur, Jakarta, Minggu (22/12).
Produk aksesories yang dijual mulai dari kalung, cincin, gelang, tas, pot, topi hingga vas bunga. Yang membuat aksesories Terima Kasih Kem-Bali selalu jadi incaran pembeli karena produk yang dihasilkan murni buatan tangan dan memiliki nilai seni.
"Jadi produk ini punya nilai esthetic dan cocok untuk dipajang di museum. Saya merasa bahwa barang-barang ini akan sangat di apresiasi oleh orang-orang museum atau orang-orang art di luar," tambahnya.
UMKM partner BRI ini menjual produk di range harga Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta. Selain itu, ia menyebutkan dalam gelaran tersebut telah ada pihak yang tertarik untuk bekerjasama untuk mengekspor produknya.
"Kemarin ada yang dari Spanyol, pas dia melihat produk saya, mereka langsung bilang ini berbeda dari yang lain dan dia bilang akan memasarkan produk ini ke museum-museum di Eropa, tapi Spanyol dulu, belum closed (transaksi), mereka akan minta semua produk dengan price list dan setelah itu mereka baru open order," ungkapnya.
Bukan hanya dari Spanyol, tapi Hongkong, Amerika Serikat, Amerika Latin hingga Tiongkok pun menyatakan minatnya terhadap aksesoris buatan tangan itu. Selain itu, ia juga berpesan, untuk menjalani usaha, janganlah takut untuk berbeda dari produk yang lain.
"Paling penting untuk UMKM adalah jangan mencontek, dengan passion dengan branding, kamu harus terlihat berbeda, mau nggak mau, kalau punya branding dan punya produk tapi sama semua ya sama aja kayak yang lain," tambahnya.
Caption: Founder Terima Kasih Kem-Bali Inrara Sakib di Jakarta Convention Center (JCC) dalam gelaran UMKM Export BRILian Preneur, Jakarta, Minggu (22/12).

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
