Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 04.44 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, Riset Ungkap Nobar Sepak Bola Jadi Motor Ekonomi Baru bagi UMKM

Piala Dunia 2026. (FIFA) - Image

Piala Dunia 2026. (FIFA)

JawaPos.com–Bagi para pecinta sepak bola, ada satu momen yang tidak boleh dilewatkan. Momen tersebut adalah gelaran Piala Dunia atau FIFA World Cup yang rutin digelar empat tahun sekali.

Tahun ini, jika sesuai jadwal, Piala Dunia 2026 akan digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Lokasi penyelenggaraannya ada tiga tempat yakni Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat (AS).

Terlepas dari euforia sepak bola, lonjakan aktivitas nonton bareng (nobar) sepak bola ternyata bukan sekadar fenomena hiburan. Sejumlah riset terbaru menunjukkan, momen ini berkembang menjadi pendorong konsumsi yang signifikan dan membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi pelaku usaha kecil di sektor makanan dan minuman.

Data The Trade Desk dan YouGov mencatat, sekitar 180 juta masyarakat Indonesia mengikuti ajang sepak bola global pada 2022. Angka ini menggambarkan basis audiens yang besar.

Namun yang lebih penting, perilaku konsumsi selama nobar ikut berubah. Riset Snapcart menunjukkan 84 persen masyarakat Indonesia menikmati pertandingan sambil mengonsumsi makanan dan minuman, menjadikan nobar sebagai momen dengan intensitas belanja tinggi.

Tak hanya itu, 82 persen konsumen disebut mengandalkan layanan pesan antar untuk memenuhi kebutuhan selama pertandingan berlangsung. Pola ini memperlihatkan bagaimana digitalisasi layanan konsumsi, terutama food delivery, berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi saat event besar.

Konsumsi Kolektif Dorong Permintaan UMKM

Fenomena nobar mendorong permintaan pada produk-produk yang praktis dan mudah dikonsumsi bersama. Menu seperti martabak, ayam goreng, mie ayam, hingga camilan ringan menjadi favorit. Menariknya, preferensi terhadap kuliner lokal tetap dominan di tengah gempuran makanan cepat saji global.

Bagi pelaku usaha kecil, kondisi ini menciptakan momentum peningkatan penjualan dalam waktu singkat. Permintaan yang terkonsentrasi menjelang dan selama pertandingan memberikan peluang untuk mengoptimalkan produksi, promosi, hingga distribusi.

Dalam konteks ekonomi yang lebih luas, tren ini mencerminkan pergeseran perilaku konsumsi masyarakat urban yang semakin mengandalkan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan instan, terutama saat momen dengan keterlibatan emosional tinggi seperti pertandingan sepak bola.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore