
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Nyapnyup mendadak populer setelah bocah lima tahun itu sukses membongkar keberadaan kawanan pembegal yang sering beraksi di jalan utama yang menghubungkan Lubuklinggau-Curup.
KISAH berawal ketika Marpiselopah membawa putranya ke kantor polisi dan tak ada yang memercayai mereka hanya karena perempuan tiga puluh tahun itu menjadikan igauan anaknya tentang keberadaan para pembunuh suaminya itu sebagai dasar laporan. Ibu-anak itu disuruh pulang. Yang lebih menyakitkan lagi adalah, polisi mengimbuhi ”pengusiran itu” dengan kata-kata, ”Bujuklah putranya agar mengikhlaskan kepergian ayahnya, Bu. Jangan malah terus Ibu ingatkan dia dengan pembegalan yang ia saksikan itu. Begini jadinya. Kasihan dia sampai terus terbawa tidur.”
Ketua pengajian ibu-ibu masjid kompleks itu mau meledak. Tapi, ingatannya tentang omongan orang-orang yang bilang percuma lapor polisi! tiba-tiba mengiang dan sekarang ia menyesal sudah mengabaikan mereka.
Sampai kemudian Suklikulisu dan istrinya memenuhi undangan membaca Yasin di hari ketujuh berpulangnya ayah Nyapnyup –yang tak lain tak bukan adalah imam rutin salat Magrib di masjid kompleks. Melihat kesedihan yang masih bergelayut di wajah tetangganya, Nyonya Suk yang juga anggota di pengajiannya pun menawarkan diri menjadi tempat bercerita.
”Papa bisa ke belakang sebentar?” kata Nyonya Suk, sekeluar dari ruang tengah tempat ibu-ibu berkumpul, beberapa saat setelah yasinan selesai.
”Kalau bukan karena ayahnya Nyapnyup yang jadi korban, aku takkan nelangsa begini, Pak Suk,” Marpiselopah langsung mengadu. ”Aku sungguh meragukan kerja polisi yang, hingga hari ketujuh kematian suamiku, tak kunjung memberi tahu kami perkembangan penangkapan kawanan begal itu.”
”Polisi memang nggak bisa diandalkan,” timpal Nyonya Suk.
Suklikulisu melirik istrinya. Ia tak menyangka perempuan yang dikenal kalem itu berani mengatakan itu, meskipun kemudian ingatannya berlabuh pada trauma perempuan itu terhadap aparat berpistol. ”Aku bisa lupa diri kalau mendengar kata polisi, Kak,” katanya tiga belas tahun lalu, beberapa hari sebelum mereka menikah. ”Mamaku depresi setelah adikku tidak lulus pantohir bintara, padahal ia sudah menjual satu-satunya kebun karet yang jadi andalan kami buat makan sejak ayah meninggal demi menyetor ratusan juta kepada oknum yang katanya berpengaruh dalam lingkaran tes itu,” kata-katanya mengandung api dan pisau.
Tentu saja penulis tak perlu meminta gadis itu bercerita lebih jauh sebab berita kematian adik dari gadis bernama Rubilahrubi karena gantung diri mengisi halaman utama koran lokal dan regional hingga lebih dari satu pekan. Meskipun begitu, ia ingat, kegagalannya dalam tes bintara tak pernah mengemuka sebagai sebab tragedi itu.
”Kalian tentu tahu, bukan, bagaimana keluarga kami? Bagaimana kami hidup? Bagaimana kami memandang agama sebagai prioritas? Bagaimana Nyapnyup, Ramadan kemarin, juara membaca surah Annaba meskipun anak lima tahun itu belum bisa membaca?”
”Tidakkah memercayai hal-hal di luar norma agama adalah …” Suklikulisu ragu.
”Aku mengerti maksudmu, Suk,” Marpiselopah menyeka matanya yang mulai berair. ”Tapi, ini adalah gaib. Percaya pada yang gaib adalah sesuatu yang harus ada dalam diri seorang muslim yang baik, bukan?”
Masalahnya, batin Suklikulisu, aku bukan muslim yang baik itu, Mar. Aku hanya orang biasa. Salat karena kewajiban. Ngaji nggak rutin. Dan masih suka berprasangka buruk, boros, dan sesekali congkak kalau royalti dari rumah produksi yang memfilmkan novel-novelku cair sehingga kami bisa pelesiran atau … berkurban sapi babon seperti tahun ini.
”Paling tidak,” Marpiselopah mulai habis akal, ”temanilah kami ke Marilang, desa di Curup yang sering Nyapnyup sebut dalam igauannya.”

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
